Peluang IHSG Melemah Diperkirakan Masih Ada
Senin, 10 Oktober 2016 - 08:44 WIB
Peluang IHSG Melemah Diperkirakan Masih Ada
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang melemah. Karena masih ada tekanan yang terbatas menguji support moving average dengan range pergerakan 5.340-5.400.
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal sedang menguji support MA50 di level 5.371 setelah pada hari ini break out support. Indikator stochastic melanjutkan pergerakan bearish dengan cukup curam pada area middle oscillator. Indikator RSI menguji support MA15 dari momentumnya sebagai signal kuat momentum bearish.
"Pergerakan IHSG tepat berada pada teeth line dari indikator alligator menandakan trend bullish sedang diuji dengan acceleration yang rendah dan awesome histogram yang bearish dalam dua hari terakhir," ujarnya di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Sementara, IHSG akhir pekan lalu kembali terjatuh -32,19 poin sebesar -0,59% di level 5.377,15 dengan pergerakan yang cenderung bearish sejak awal sesi.
Indeks sektor komoditas seperti pertanian dan pertambangan naik diatas 1% seiring naiknya harga-harga komoditas menjelang akhir tahun sehingga investor berspekulasi positif pada hasil laporan keuangan perusahaan komoditas.
Indeks tingkat kepercayaan konsumen di Indonesia turun 110 dari 113,3 periode sebelumnya menjadi sentimen negatif untuk sebagian investor asing yang masih menjauh dari emerging market khususnya Indonesia terlihat kembali terjadi aksi jual bersih sebesar Rp760,33 miliar.
"Sehingga melebarkan capital outflow di bulan ini melanjutkan bulan sebelumnya yang outflow cukup besar. Total capital flow investor asing yang terjadi pada minggu pertama bulan oktober ini sebesar Rp557,81 miliar," pungkasnya.
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal sedang menguji support MA50 di level 5.371 setelah pada hari ini break out support. Indikator stochastic melanjutkan pergerakan bearish dengan cukup curam pada area middle oscillator. Indikator RSI menguji support MA15 dari momentumnya sebagai signal kuat momentum bearish.
"Pergerakan IHSG tepat berada pada teeth line dari indikator alligator menandakan trend bullish sedang diuji dengan acceleration yang rendah dan awesome histogram yang bearish dalam dua hari terakhir," ujarnya di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Sementara, IHSG akhir pekan lalu kembali terjatuh -32,19 poin sebesar -0,59% di level 5.377,15 dengan pergerakan yang cenderung bearish sejak awal sesi.
Indeks sektor komoditas seperti pertanian dan pertambangan naik diatas 1% seiring naiknya harga-harga komoditas menjelang akhir tahun sehingga investor berspekulasi positif pada hasil laporan keuangan perusahaan komoditas.
Indeks tingkat kepercayaan konsumen di Indonesia turun 110 dari 113,3 periode sebelumnya menjadi sentimen negatif untuk sebagian investor asing yang masih menjauh dari emerging market khususnya Indonesia terlihat kembali terjadi aksi jual bersih sebesar Rp760,33 miliar.
"Sehingga melebarkan capital outflow di bulan ini melanjutkan bulan sebelumnya yang outflow cukup besar. Total capital flow investor asing yang terjadi pada minggu pertama bulan oktober ini sebesar Rp557,81 miliar," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :