Temui CEO Inpex, Luhut Negosiasikan Insentif Blok Masela

Selasa, 11 Oktober 2016 - 15:07 WIB
Temui CEO Inpex, Luhut...
Temui CEO Inpex, Luhut Negosiasikan Insentif Blok Masela
A A A
JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan kerjanya ke Jepang. Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Luhut sempat melakukan makan malam bersama dengan Chief Executive Officer (CEO) Inpex Corporation Toshiaki Kitamura, guna membicarakan mengenai proyek Blok Masela, Maluku.

(Baca Juga: Menko Luhut Ajak Arcandra Tahar ke Jepang Bahas Blok Masela)

Dalam pertemuannya dengan Bos Inpex tersebut,‎ mantan Menkopolhukam ini mengaku telah menegosiasikan insentif yang diminta Inpex untuk menggarap proyek Blok Masela, dengan skema kilang darat (onshore). Belum lama ini, perusahaan migas asal Negeri Sakura itu memang meminta beberapa insentif lantaran skema pembangunan kilang diubah menjadi onshore.

"‎Semua itu dinegosiasikan (insentif Blok Masela) dan kedua belah pihak sepakat mencari jalan tengah. Kita tidak mengerjakan secara sekuensial, tapi kita mengerjakan secara paralel. Sehingga kita berharap construction dari Masela itu kita mulai anytime 2019," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

‎Dalam pertemuan tersebut, mantan Kepala Staf Kepresidenan ini juga mendiskusikan mengenai rencana pengembangan kilang yang akan dibagi menjadi dua proyek. Dimana proyek pertama adalah pengeboran minyak dan gasnya, serta proyek kedua adalah hilirisasi dengan pembangunan pabrik petrokimia.

"‎Saya makan malam dengan President/CEO nya Inpex. Dan mereka sangat apresiasi progres dari pembicaraan Masela. Masela nanti akan dibagi dua, satu proyek nanti mengebor minyaknya sampai kemudian kita mengembangkan hilirisasinya sampai petrochemical plus pabrik pupuk. Dan itu sudah disepakati dan lagi dihitung detail oleh kedua belah pihak pertemuan insentif 2-3 kali satu minggu," tandasnya.

Sebagai informasi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan pengembangan Blok Masela menggunakan skema darat, Inpex masih mengkaji ulang proposal rencana pengembangan lapangan (PoD) blok kaya gas di Laut Arafura itu. Tapi perusahaan asal Jepang ini meminta beberapa insentif melalui surat yang disampaikan kepada Luhut.

Pertama, moratorium masa kontrak selama 10 tahun. Dengan begitu, kontrak Blok Masela yang seharusnya berakhir 2028, bisa diperpanjang menjadi 2038. Moratorium ini belum dihitung dengan peluang perpanjangan kontrak.

Kedua, Inpex meminta jaminan mendapatkan tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR) sebesar 15%, dengan penambahan kapasitas menjadi 95 ton per tahun (mtpa).

Ketiga, meminta biaya yang sudah dikeluarkan Inpex saat mengerjakan studi di Blok Masela sejak 1998 hingga 2016 sebesar USD 1,2 miliar dapat dikembalikan melalui sistem cost recovery atau pemulihan biaya operasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diamuk Menteri ESDM...
Diamuk Menteri ESDM Soal Blok Masela, Begini Respons Shell
Komisi VII Desak ESDM...
Komisi VII Desak ESDM Bereskan Masalah Shell di Masela
Minat Caplok Blok Masela...
Minat Caplok Blok Masela 10%, Menteri ESDM Minta Medco Izin ke Konsorsium
Revisi Pengembangan...
Revisi Pengembangan Blok Masela Diteken Menteri ESDM, Nilai Investasinya Tembus Segini
Dirjen Migas Buka Suara...
Dirjen Migas Buka Suara Soal Tambahan Mitra Baru Pertamina Garap Masela
Siap-siap! Akan Ada...
Siap-siap! Akan Ada Kejutan Bos Pertamina Soal Blok Masela
Berita Terkini
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
7 menit yang lalu
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
41 menit yang lalu
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
1 jam yang lalu
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
1 jam yang lalu
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
1 jam yang lalu
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
Nyali Luhut Pandjaitan...
Nyali Luhut Pandjaitan Ciut Saat Dibentak Raja Intel Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved