OJK Komitmen Ciptakan Produk Syariah Mudah dan Terjangkau

Selasa, 11 Oktober 2016 - 22:23 WIB
OJK Komitmen Ciptakan...
OJK Komitmen Ciptakan Produk Syariah Mudah dan Terjangkau
A A A
SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen menciptakan produk syariah yang mudah dan terjangkau masyarakat. Hal ini agar mampu berkontribusi signifikan pada jasa keuangan di Tanah Air.

Anggota Dewan Komisioner OJK Firdaus Djaelani mengatakan, OJK telah menyusun Roadmap Keuangan Syariah Terintegrasi yang akan diterbitkan pada 2017. Roadmap ini kebijakan yang terintegrasi dari seluruh sektor industri jasa keuangan syariah yang terdiri dari perbankan syariah, pasar modal syariah dan IKNB syariah.

Sementara dari sisi produk, OJK berupaya mendorong pertumbuhan produk keuangan syariah melalui peningkatan akses masyarakat terhadap industri jasa keuangan. Dalam hal ini, peningkatan akses tersebut dengan memberikan kemudahan pelayanan, harga yang terjangkau, ataupun kemudahan lainnya.

Disebutkannya sampai saat ini market share industri keuangan syariah baru sekitar 5% dibanding total industri yang ada. "Namun demikian, hingga saat ini semakin banyak pelaku industri keuangan dan masyarakat yang berkontribusi dalam bisnis keuangan syariah," katanya di Semarang, Selasa (11/10/2016).

Dia menyebutkan, berdasarkan data per Juli 2016, terdapat 12 bank umum syariah, 22 bank umum yang memiliki unit usaha syariah serta 165 bank pembiayaan rakyat syariah.

"Total aset bank umum syariah dan unit usaha syariah pada periode sama mencapai Rp305,5 triliun dengan market share sebesar 4,73% dibanding perbankan konvensional," tuturnya.

Sementara, untuk industri keuangan Nonbank Syariah, berdasarkan data per Juli 2016, terdapat 32 perusahaan IKNB syariah (full fledge) dan 91 perusahaan IKNB umum yang memiliki unit usaha syariah. Total aset IKNB syariah mencapai Rp80,27 triliun dengan market share mencapai 4,53%.

"Sedangkan untuk industri pasar modal syariah, total aset produk syariah di pasar modal mencapai Rp3.272,84 triliun yang terdiri atas market capitalization saham syariah, reksa dana syariah dan sukuk korporasi," ujarnya.

Kepala OJK Wilayah Regional Jateng dan DIY M Ihsanuddin menambahkan, untuk meningkatkan perkembangan industri keuangan syariah, dibutuhkan peran serta semua pihak.

"Saat ini sudah ada Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah, dan diharapkan bisa menjadi katalis pengembangan keuangan syariah," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Beberkan Kelemahan...
OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
Kebal Terhadap Krisis,...
Kebal Terhadap Krisis, Ini Upaya OJK Dorong Perbankan Syariah
OJK: Pinjaman Melalui...
OJK: Pinjaman Melalui Fintech Lending Syariah Tembus Rp509 Miliar
Pesantren dan Masjid...
Pesantren dan Masjid Diikutkan Bangun Ekosistem Keuangan Syariah
OJK: Hampir Seluruh...
OJK: Hampir Seluruh Landasan Hukum Penerbitan dan Transaksi Efek Syariah Tersedia
OJK Ungkap Berbagai...
OJK Ungkap Berbagai Tantang Ekonomi Syariah di Indonesia
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
3 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
5 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
6 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
7 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
7 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
10 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved