Pengusaha Sambut Baik KA Cepat Jakarta-Surabaya

Rabu, 12 Oktober 2016 - 20:30 WIB
Pengusaha Sambut Baik...
Pengusaha Sambut Baik KA Cepat Jakarta-Surabaya
A A A
SEMARANG - Kalangan pengusaha di Jawa Tengah menyambut baik rencana pemerintah membangun KA cepat Jakarta-Surabaya. Para pengusaha menilai jika itu benar-benar direalisasikan akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya wilayah-wilayah yang menjadi pemberhentian KA tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo ) Jawa Tengah, Frans Kongi mengatakan, moda transportasi KA yang ada saat ini sudah cukup baik, seiring terus ditingkatkannya sarana prasarana maupun pelayanannya.

Namun demikian, dengan semakin berkembangnya zaman, moda transportasi kereta api harus lebih modern. Dan KA cepat adalah satu upaya dari pemerintah untuk melakukan modernisasi transportasi KA itu.

Dia mengatakan, kereta api adalah salah satu moda transportasi pendukung infrastruktur ekonomi. “Kami menyambut baik rencana ini karena kereta api sebagai salah satu sarana untuk perpindahan orang dan barang,” katanya.

Menurut dia, semakin cepat orang bisa menuju satu wilayah maka akan semakin cepat pula pertumbuhan ekonomi suatu daerah. “Jika rencananya Semarang menjadi salah satu tempat pemberhentian otomatis baik secara langsung maupun tidak, dampak ekonomi akan dirasakan. Para pebisnis yang memiliki kepentingan di Kota Semarang dan sekitarnya akan semakin dimudahkan dan bisa memperlancar usaha mereka,” tandasnya.

Pihaknya pun berharap, rencana pembangunan KA cepat ini benar-benar teralisasi dan tidak hanya isapan jempol semata.

Pengamat transportasi Unika Soegijapranta, Djoko Stijowarno mengatakan, berdasarkan pengalaman di negara-negara yang sudah memiliki KA cepat, itu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah setempat karena membuat mobilitas masyarakat meningkat. “Seperti di Korea misalnya, pertumbuhan ekonomi wilayah yang jadi pemberhentian KA cepat, naik tajam,” katanya.

Dia mengungkapkan KA cepat memiliki banyak kelebihan. Selain memiliki waktu yang lebih cepat, lokasinya juga di tengah kota dan bisa mengurangi kesibukan lalu lintas udara yang saat ini cukup padat. “Meski naik KA cepat dari Jakarta-Semarang dua jam, sebenarnya tetap lebih cepat dari menggunakan pesawat hanya satu jam. Karena dari bandara menuju bandara butuh waktu lebih lama, juga menuju ke stasiun yang ada di tengah kota. Misalnya kita mau ke Cengkareng, dua atau tiga jam sebelumnya harus sudah berangkat. Kalau naik KA ada di tengah kota,” katanya.

Menurutnya, rencana pembangunan KA cepat ini nantinya juga diimbangi infrastruktur yang memadai. Salah satunya membuat lintasan baru. Namun jika memang tetap menggunakan lintasan yang ada, harus ada peningkatan sarananya.

Rencana pembangunan KA cepat ini tidak hanya disambut baik kalangan pengusaha, juga masyarakat umum, terutama mereka yang langganan menggunakan transportasi KA untuk menuju satu wilayah.

Salah satu pelanggan KA, Umar Ahadi, warga Semarang mengaku, dirinya dalam dua kali sebulan menggunakan KA, dari Jakarta ke Semarang untuk pulang ke rumah setelah bekerja di ibukota. Selain biayanya lebih murah ketimbang naik pesawat, naik KA saat ini sudah lebih nyaman, meski waktu tempuhnya lebih lama yakni sekitar 5-6 jam.

Menurut Umar adanya KA cepat akan memangkas waktu tempuh perjalanan. ”Kalau memang ada sebagai penumpang pasti senang, tinggal nanti realisasinya bagaimana,” katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Peneliti, Pengusaha,...
Peneliti, Pengusaha, dan Pengembang Ceritakan Dampak Whoosh bagi Lingkungan dan Ekonomi Wilayah
Bos KCIC Sebut Teknologi...
Bos KCIC Sebut Teknologi Kereta Cepat China Punya Manfaat Ekonomi
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
53 menit yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
1 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
1 jam yang lalu
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
2 jam yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
2 jam yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved