IHSG Ditutup Jatuh 24,21 Poin ke 5.340,40
Kamis, 13 Oktober 2016 - 16:26 WIB
IHSG Ditutup Jatuh 24,21 Poin ke 5.340,40
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan spidol merah yaitu turun 24,21 poin atau 0,45% pada 5.340,40 pada Kamis (13/10/2016).
Pagi tadi, IHSG dibuka menguat 5,70 poin atau 0,11% ke posisi 5.370,31. Namun mengakhiri sesi I perdagangan hari ini, indeks berbalik melemah 8,58 poin atau 0,16% ke level 5.356,03. Sepanjang hari ini, indeks diperdagangkan pada kisaran 5.339,48-5.384,56.
Melemahnya indeks karena pasar sedang menunggu laporan kinerja emiten kuartal III 2016. Seiring itu, mengikuti pergerakan bursa Asia yang juga tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika.
Dari 389 saham yang diperdagangkan, 105 meningkat, 190 melemah dan 94 stagnan. Sektor saham perdagangan mengalami kemerosotan mendalam yaitu -1,27%, disusul aneka industri -1,11%. Hal positif hanya terjadi pada sektor infrastruktur yang naik 0,36%.
Untuk nilai transaksi saham mencapai Rp6,926 triliun dari 7,644 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing negatif Rp891 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,44 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,55 triliun.
Sementara itu bursa Asia pada Kamis ini ditutup variatif. Melansir CNBC, Kamis (13/10/2016), pasar China naik seolah mengabaikan penurunan curam kinerja ekspor dan impor mereka. Indeks Shanghai naik 0,09% dan Shenzen bertambah 0,241%, setelah sempat tergelincir ke wilayah negatif. Indeks Hang Seng Hong Kong tetap di bawah tekanan dengan turun 1,27%.
Australia ASX 200 berakhir melemah 0,71% atau 39,116 poin ke 5.435,5, imbas dari jatuhnya sektor saham energi sebesar 1,99% dan penurunan sektor keuangan 1,1%.
Di Korea Selatan, meski saham Samsung Electronic mulai membaik yaitu naik 1,43% namun indeks Kospi berakhir turun 0,9% atau 18,29 poin pada 2.015,44. Hal tersebut disebabkan karena meningkatnya utang rumah tangga dan membuat Bank of Korea mempertahankan suku bunga stabil pada 1,25%.
Indeks acuan Jepang Nikke 225 ditutup turun 0,39% atau 65,76 poin pada 16.774,24, berkat penguatan yen terhadap dolar yang diperdagangkan pada 103,79 pada 02:16 HK/SIN.
SET Thailand turun 2,12% akibat tekanan ditengah kondisi politik negara itu, karena sakitnya Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, 88 tahun, yang masih menjalani perawatan intensif.
Pagi tadi, IHSG dibuka menguat 5,70 poin atau 0,11% ke posisi 5.370,31. Namun mengakhiri sesi I perdagangan hari ini, indeks berbalik melemah 8,58 poin atau 0,16% ke level 5.356,03. Sepanjang hari ini, indeks diperdagangkan pada kisaran 5.339,48-5.384,56.
Melemahnya indeks karena pasar sedang menunggu laporan kinerja emiten kuartal III 2016. Seiring itu, mengikuti pergerakan bursa Asia yang juga tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika.
Dari 389 saham yang diperdagangkan, 105 meningkat, 190 melemah dan 94 stagnan. Sektor saham perdagangan mengalami kemerosotan mendalam yaitu -1,27%, disusul aneka industri -1,11%. Hal positif hanya terjadi pada sektor infrastruktur yang naik 0,36%.
Untuk nilai transaksi saham mencapai Rp6,926 triliun dari 7,644 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing negatif Rp891 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,44 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,55 triliun.
Sementara itu bursa Asia pada Kamis ini ditutup variatif. Melansir CNBC, Kamis (13/10/2016), pasar China naik seolah mengabaikan penurunan curam kinerja ekspor dan impor mereka. Indeks Shanghai naik 0,09% dan Shenzen bertambah 0,241%, setelah sempat tergelincir ke wilayah negatif. Indeks Hang Seng Hong Kong tetap di bawah tekanan dengan turun 1,27%.
Australia ASX 200 berakhir melemah 0,71% atau 39,116 poin ke 5.435,5, imbas dari jatuhnya sektor saham energi sebesar 1,99% dan penurunan sektor keuangan 1,1%.
Di Korea Selatan, meski saham Samsung Electronic mulai membaik yaitu naik 1,43% namun indeks Kospi berakhir turun 0,9% atau 18,29 poin pada 2.015,44. Hal tersebut disebabkan karena meningkatnya utang rumah tangga dan membuat Bank of Korea mempertahankan suku bunga stabil pada 1,25%.
Indeks acuan Jepang Nikke 225 ditutup turun 0,39% atau 65,76 poin pada 16.774,24, berkat penguatan yen terhadap dolar yang diperdagangkan pada 103,79 pada 02:16 HK/SIN.
SET Thailand turun 2,12% akibat tekanan ditengah kondisi politik negara itu, karena sakitnya Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, 88 tahun, yang masih menjalani perawatan intensif.
(ven)
Lihat Juga :