Wall Street Berakhir Terbebani Penurunan Pendapatan Apple

Kamis, 27 Oktober 2016 - 08:59 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Terbebani Penurunan Pendapatan Apple
A A A
JAKARTA - Wall Street berakhir mixed pada perdagangan kemarin waktu setempat, lantaran terbebani penurunan harga saham Apple setelah perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu mencetak penurunan pendapatan. Kondisi ini pertama kalinya buat Apple sejak 2001 lalu, saat terpelesetnya harga minyak mentah dunia dan emas.

Dilansir Reuters, Kamis (27/10/2016) Apple yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia menurut kapitalisasi pasar, mengalami penurunan sebesar 2,2%. Meski begitu pihak perusahaan mengklaim permintaan terhadap produk anyar mereka yakni iPhone 7 Plus masih menguat. Di sisi lain penurunan raksasa teknologi tersebut menyeret indeks S & P 500 dan Nasdaq lebih rendah, ketika Dow Industrials justru meningkat ditopang performa positif Boeing.

Tercatat harga saham Boeing pada perdagangan kemarin waktu setempat melonjak ke level tertinggi tahun ini, setelah dilaporkan ada lompatan laba secara kuartalan, meski penjualan melambat. Indeks Dow Jones industrial average mengalami kenaikan 30,06 poin atau 0,17% ke level 18.199,33, sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 3,73 poin, atau 0,17% menjadi 2.139,43 mengiringi kejatuhan komposit Nasdaq sebesar 33,13 poin atau 0,63% ke level 5.250,27.

Hasil mengecewakan beberapa perusahaan asal AS sedikit banyak telah memberikan pengaruh kepada pergerakan saham-saham di Eropa dan Asia. Hasil yang beragam terjadi di Eropa ketika sektor perbankan membaik, namun penurunan terjadi pada pertambangan dan energi untuk mendorong indeks STOXX 600 mengalami penurunan sebesar 0.38%.

Harga emas juga tercatat jatuh 0,63% menjadi USD1.265,86 per ons pada pukul 20.00 GMT. Sementara harga minyak masih berada dalam tren pelemahan ditambah dolar Amerika Serikat (USD) sedikit tergelincir terhadap beberapa mata uang utama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
22 menit yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
1 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
1 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
2 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
4 jam yang lalu
Infografis
10 Petinju dengan Pendapatan...
10 Petinju dengan Pendapatan Tertinggi Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved