Pemerintah Akui Buka Keran Impor Cangkul

Senin, 31 Oktober 2016 - 15:51 WIB
Pemerintah Akui Buka...
Pemerintah Akui Buka Keran Impor Cangkul
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui pernah membuka keran importasi cangkul, yang diberikan kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI.‎ Namun, yang diimpor belum berbentuk utuh melainkan hanya kepala pacul.

(Baca: Impor Cangkul Menghina Harga Diri Bangsa Indonesia)

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Dodi Edward mengatakan, izin impor tersebut diberikan pada 9 Juni 2016 untuk jangka waktu enam bulan hingga 9 Desember 2016. Impor dilakukan lewat pelabuhan di Medan, Sumatera Utara.

"‎Jadi ini (cangkul) bukan dalam bentuk utuh. Masih diperlukan adanya pengerjaan lainnya, misalnya untuk gagang dan sebagainya. Impor diberikan ke PPI pada 9 Juni 2016 dan akan berakhir izinnya pada 9 Desember 2016. Impor telah dilakukan PPI dengan Pelabuhan di Medan, sudah dilakukan prosesnya di sana," katanya di Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (31/10/2016).

(Baca: Banjir Kritikan, Pemerintah Kapok Impor Cangkul)

Dia menuturkan, alokasi yang diberikan pihaknya untuk PPI sebanyak 1,5 juta unit. Dari alokasi yang diberikan, hanya 5,7% atau 86.160 unit yang telah direalisasikan. ‎"Jadi, ini tidak dilakukan serta merta, melihat realisasi dan kebutuhan yang ada," imbuhnya.

Ke depannya, sambung Dodi, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada perusahaan pelat merah memproduksi cangkul untuk kebutuhan dalam negeri, dalam hal ini PT Krakatau Steel (Persero) dan PT Boma Bisma Indra (Persero), serta PPI untuk distribusinya. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan kesempatan kepada industri kecil dan menengah untuk turut serta dalam memproduksi cangkul.

"‎Ke depannya kita bisa melakukan itu dengan kerja sama stakeholder yang ada. Sebagai industri baja, PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra, PT PPI, Kemendag, dan Kemenperin akan melakukan kerja sama kebijakan skema penugasan kepada BUMN. Apa kaitannya untuk mendistribusikan dan lain-lain," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Impor Bahan Baku Industri...
Impor Bahan Baku Industri Bakal 'Dipaksa' Turun Mencapai 35%
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Soal Impor Beras, Pengamat...
Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved