IHSG Berbalik Lemah, Bursa Asia Berakhir Malah Menguat
Selasa, 01 November 2016 - 16:30 WIB
IHSG Berbalik Lemah, Bursa Asia Berakhir Malah Menguat
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Selasa (1/11/2016) yang diiringi hujan deras, berakhir berbalik melemah. Indeks ditutup jatuh 6,54 poin atau 0,12% ke 5.416,01.
Sebelumnya, mengawali awal bulan ini, IHSG dibuka cerah 0,15% atau 8,20 poin ke level 5.430,75. Dan sepanjang hari ini, indeks bergerak di 5.415,03-5.439,03.
Indeks terseret melemah akibat mayoritas sektor saham berakhir memerah. Zona positif dipegang oleh sektor saham pertambangan memimpin penguatan naik 1,65% dan aneka industri yang naik 1,08%. Adapun dari 422 saham yang diperdagangkan, 134 saham menguat, 189 melemah dan 99 stagnan.
Nilai transaksi bersih asing mencapai Rp472 miliar dengan aksi jual asing Rp1,99 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,46 triliun. Untuk saham-saham pencetak laba hari ini diantaranya UNIC, LPGI, HEXA, PT Astra International Tbk (ASII) dan GGRM. Lima saham yang rugi diantaranya IBST, ASGR, KBLV, MREI, dan Perusahaan Gas Negara alias PGAS.
Sementara itu, pasar Asia diperdagangkan hari ini variatif. Melansir CNBC, Selasa (1/11/2016), pasar China berakhir lebih tinggi setelah survei Indeks Manajemen Daya Beli (PMI) China meningkat dari perkiraan yang mendorong kepercayaan investor. Shanghai ditutup naik 0,69% atau 21,54 poin pada 3.122,03. Sedangkan indeks Shenzen bertambah 1,114% atau 22,836 poin menjadi 2.073,113.
Data PMI China yang dirilis hari ini mematahkan kondisi dua bulan belakangan yang memburuk. PMI China melampaui perkiraan 51,2 yang menunjukkan tingkat perbaikan sejak Maret 2011.
Patokan Australia ASX 200 ditutup turun 0,51% atau 27,232 poin pada 5.290,5, akibat penurunan subindeks energi sebesar 0,52% dan jatuhnya subindeks keuangan 0,54%. Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan akan mempertahankan suku bunga tetap 1,5%, untuk mengendalikan inflasi dan menjaga indikator pasar tenaga kerja.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 1,27% dan melintasi Selat Korea, Kospi ditutup turun 0,04%, atau 0,8 poin pada 2.007,39. Nikkei 225 Jepang ditutup naik 0,1% atau 17,38 poin pada 17.442,4, setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya.
Bank sentral Jepang mempertahankan suku di -0,1% dan laju pembelian obligasi tidak berubah, tetapi memotong inti perkiraan inflasi konsumen untuk tahun yang berakhir Maret 2018 menjadi 1,5% dari 1,7%.
Sebelumnya, mengawali awal bulan ini, IHSG dibuka cerah 0,15% atau 8,20 poin ke level 5.430,75. Dan sepanjang hari ini, indeks bergerak di 5.415,03-5.439,03.
Indeks terseret melemah akibat mayoritas sektor saham berakhir memerah. Zona positif dipegang oleh sektor saham pertambangan memimpin penguatan naik 1,65% dan aneka industri yang naik 1,08%. Adapun dari 422 saham yang diperdagangkan, 134 saham menguat, 189 melemah dan 99 stagnan.
Nilai transaksi bersih asing mencapai Rp472 miliar dengan aksi jual asing Rp1,99 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,46 triliun. Untuk saham-saham pencetak laba hari ini diantaranya UNIC, LPGI, HEXA, PT Astra International Tbk (ASII) dan GGRM. Lima saham yang rugi diantaranya IBST, ASGR, KBLV, MREI, dan Perusahaan Gas Negara alias PGAS.
Sementara itu, pasar Asia diperdagangkan hari ini variatif. Melansir CNBC, Selasa (1/11/2016), pasar China berakhir lebih tinggi setelah survei Indeks Manajemen Daya Beli (PMI) China meningkat dari perkiraan yang mendorong kepercayaan investor. Shanghai ditutup naik 0,69% atau 21,54 poin pada 3.122,03. Sedangkan indeks Shenzen bertambah 1,114% atau 22,836 poin menjadi 2.073,113.
Data PMI China yang dirilis hari ini mematahkan kondisi dua bulan belakangan yang memburuk. PMI China melampaui perkiraan 51,2 yang menunjukkan tingkat perbaikan sejak Maret 2011.
Patokan Australia ASX 200 ditutup turun 0,51% atau 27,232 poin pada 5.290,5, akibat penurunan subindeks energi sebesar 0,52% dan jatuhnya subindeks keuangan 0,54%. Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan akan mempertahankan suku bunga tetap 1,5%, untuk mengendalikan inflasi dan menjaga indikator pasar tenaga kerja.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 1,27% dan melintasi Selat Korea, Kospi ditutup turun 0,04%, atau 0,8 poin pada 2.007,39. Nikkei 225 Jepang ditutup naik 0,1% atau 17,38 poin pada 17.442,4, setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya.
Bank sentral Jepang mempertahankan suku di -0,1% dan laju pembelian obligasi tidak berubah, tetapi memotong inti perkiraan inflasi konsumen untuk tahun yang berakhir Maret 2018 menjadi 1,5% dari 1,7%.
(ven)
Lihat Juga :