Sentimen Politik Buat IHSG dan Bursa Asia Memerah
Rabu, 02 November 2016 - 16:21 WIB
Sentimen Politik Buat IHSG dan Bursa Asia Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (2/11/2016) jatuh 10,55 poin atau 0,19% ke posisi 5.405,46.
Pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 0,99 poin atau 0,02% ke level 5.415.02. Dan sepanjang hari ini, indeks bergerak dengan kisaran 5.393,51-5.420,36.
Jatuhnya indeks ditengarai oleh sentimen global, yakni memanasnya suhu politik jelang Pilpres Amerika Serikat dan kondisi dalam negeri menatap Pilkada. Hal ini menyebabkan mayoritas sektor saham bergerak ke zona merah, dengan sektor properti terjerembab 1,25% dan sektor perdagangan -1,03%. Sementara sektor saham positif adalah pertambangan yang naik 2,01%, akibat meningkatnya harga batubara di pasar dunia.
Dan dari 421 saham yang diperdagangkan, 108 naik, 216 melemah, sisanya 97 stabil. Nilai transaksi saham mencapai Rp7,46 triliun dari 13,73 miliar saham yang diperdagangkan. Untuk transaksi bersih asing sebesar Rp449,97 miliar dengan aksi jual asing Rp2,18 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,63 triliun.
Adapun saham Asia ditutup lebih rendah pada hari ini. Mengutip dari CNBC, Rabu (2/11/2016), pasar Asia jatuh imbas anjloknya Wall Street yang gelisah terkait situasi politik menjelang Pilpres Amerika Serikat.
“Pasar sedang khawatir karena untuk pertama kalinya elektabilitas Capres AS sangat ketat seperti Trump dan Hillary. Ini membuat kekhawatiran menjelang pemilihan,” ujar Chang Wei Lang, ahli strategi mata uang asing di Mizuho Bank kepada CNBC.
Kekhawatiran pasar dan turunnya harga energi, membuat Australia ASX 200 ditutup turun 1,16% atau 61,47 poin ke 5.229. Indeks Australia jatuh terseret turunnya subindeks energi sebesar 1,81% dan subindeks keuangan yang terpeleset 1,43%.
Indeks Jepang, Nikkei 225 berakhir turun 1,76% atau 308,07 poin pada 17.134,68, yang salah satu penyebabnya penguatan yen terhadap dolar AS. Yen berotot terhadap greenback menjadi 103,86 per USD pada pukul 13:57 HK/SIN, dibandingkan tingkat 104 pada Selasa kemarin.
Di Korea Selatan, Kospi ditutup turun 1,42% atau 28,45 poin menjadi 1.978,94 dan Hong Kong Hang Seng tumpah 1,44% pada pukul 15:09 waktu setempat. Bursa China, Shanghai turun 0,62% atau 19,48 poin pada 3.102,97 dan Shenzen tergelincir 0,63% atau 13,06 poin pada 2.060,05.
Pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 0,99 poin atau 0,02% ke level 5.415.02. Dan sepanjang hari ini, indeks bergerak dengan kisaran 5.393,51-5.420,36.
Jatuhnya indeks ditengarai oleh sentimen global, yakni memanasnya suhu politik jelang Pilpres Amerika Serikat dan kondisi dalam negeri menatap Pilkada. Hal ini menyebabkan mayoritas sektor saham bergerak ke zona merah, dengan sektor properti terjerembab 1,25% dan sektor perdagangan -1,03%. Sementara sektor saham positif adalah pertambangan yang naik 2,01%, akibat meningkatnya harga batubara di pasar dunia.
Dan dari 421 saham yang diperdagangkan, 108 naik, 216 melemah, sisanya 97 stabil. Nilai transaksi saham mencapai Rp7,46 triliun dari 13,73 miliar saham yang diperdagangkan. Untuk transaksi bersih asing sebesar Rp449,97 miliar dengan aksi jual asing Rp2,18 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,63 triliun.
Adapun saham Asia ditutup lebih rendah pada hari ini. Mengutip dari CNBC, Rabu (2/11/2016), pasar Asia jatuh imbas anjloknya Wall Street yang gelisah terkait situasi politik menjelang Pilpres Amerika Serikat.
“Pasar sedang khawatir karena untuk pertama kalinya elektabilitas Capres AS sangat ketat seperti Trump dan Hillary. Ini membuat kekhawatiran menjelang pemilihan,” ujar Chang Wei Lang, ahli strategi mata uang asing di Mizuho Bank kepada CNBC.
Kekhawatiran pasar dan turunnya harga energi, membuat Australia ASX 200 ditutup turun 1,16% atau 61,47 poin ke 5.229. Indeks Australia jatuh terseret turunnya subindeks energi sebesar 1,81% dan subindeks keuangan yang terpeleset 1,43%.
Indeks Jepang, Nikkei 225 berakhir turun 1,76% atau 308,07 poin pada 17.134,68, yang salah satu penyebabnya penguatan yen terhadap dolar AS. Yen berotot terhadap greenback menjadi 103,86 per USD pada pukul 13:57 HK/SIN, dibandingkan tingkat 104 pada Selasa kemarin.
Di Korea Selatan, Kospi ditutup turun 1,42% atau 28,45 poin menjadi 1.978,94 dan Hong Kong Hang Seng tumpah 1,44% pada pukul 15:09 waktu setempat. Bursa China, Shanghai turun 0,62% atau 19,48 poin pada 3.102,97 dan Shenzen tergelincir 0,63% atau 13,06 poin pada 2.060,05.
(ven)
Lihat Juga :