Darmin: Jangan Khawatir soal Suku Bunga Amerika
Kamis, 03 November 2016 - 19:09 WIB
Darmin: Jangan Khawatir soal Suku Bunga Amerika
A
A
A
JAKARTA - Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, jika bank sentral Amerika Serikat tidak menaikkan atau menurunkan suku bunga The Fed dan tetap di angka 0,5%, artinya ekonomi Amerika belum siap untuk ke arah yang lebih stabil atau membaik.
Darmin menambahkan, saat ini ekonomi di negeri Paman Sam masih belum membaik signifikan. Terlebih dengan ditetapkannya keputusan menaikkan suku bunga Fed hanya sekali saja dalam setahun ini (2016), yakni pada Desember nanti.
"Ekonomi Amerika belum siap. Dia (The Fed) akan naikkan kalau ekonominya cukup baik, itu sudah pasti. Dia tidak naikkan karena ekonomi dia tidak cukup baik," kata dia di kantornya, Kamis (3/11/2016).
Darmin menegaskan, tetapnya suku bunga AS ini, tidak akan memperpanjang ketidakpastian di Indonesia lantaran Indonesia juga sudah lama menjalani ketidakpastian akan naik/turunnya Fed rate.
"Ya, kenapa jadi pusing? Kita sudah jalani ini selama berbulan-bulan, selama bertahun-tahun bahkan, tidak ada apa-apa kok," imbuhnya.
Ketika enam-10 bulan yang lalu, kisah Darmin, Indonesia dari segi hal ekonomi memang lebih sensitif, bahkan ketika ada isu Fed rate akan naik, pasar juga sensitif. Namun Darmin meminta jangan terlalu dianggap sebagai sesuatu hal yang menakutkan atas kenaikan Fed rate mendatang.
"Tapi setelah dua sampai tiga kali, memang kebetulan baru sekali yang naik. Tapi setelah dilihat, naik pun tidak ada apa-apa kok. Ya, sudah, jangan terlalu menganggap bahwa ini adalah masalah yang bisa mengacaukan kita. Dan dia, kalau pun naik, paling naiknya 0,25% apalagi kalau dia tidak naik," pungkasnya.
Darmin menambahkan, saat ini ekonomi di negeri Paman Sam masih belum membaik signifikan. Terlebih dengan ditetapkannya keputusan menaikkan suku bunga Fed hanya sekali saja dalam setahun ini (2016), yakni pada Desember nanti.
"Ekonomi Amerika belum siap. Dia (The Fed) akan naikkan kalau ekonominya cukup baik, itu sudah pasti. Dia tidak naikkan karena ekonomi dia tidak cukup baik," kata dia di kantornya, Kamis (3/11/2016).
Darmin menegaskan, tetapnya suku bunga AS ini, tidak akan memperpanjang ketidakpastian di Indonesia lantaran Indonesia juga sudah lama menjalani ketidakpastian akan naik/turunnya Fed rate.
"Ya, kenapa jadi pusing? Kita sudah jalani ini selama berbulan-bulan, selama bertahun-tahun bahkan, tidak ada apa-apa kok," imbuhnya.
Ketika enam-10 bulan yang lalu, kisah Darmin, Indonesia dari segi hal ekonomi memang lebih sensitif, bahkan ketika ada isu Fed rate akan naik, pasar juga sensitif. Namun Darmin meminta jangan terlalu dianggap sebagai sesuatu hal yang menakutkan atas kenaikan Fed rate mendatang.
"Tapi setelah dua sampai tiga kali, memang kebetulan baru sekali yang naik. Tapi setelah dilihat, naik pun tidak ada apa-apa kok. Ya, sudah, jangan terlalu menganggap bahwa ini adalah masalah yang bisa mengacaukan kita. Dan dia, kalau pun naik, paling naiknya 0,25% apalagi kalau dia tidak naik," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :