Indeks S&P Jatuh Beruntun Terpanjang sejak Krisis 2008

Jum'at, 04 November 2016 - 07:38 WIB
Indeks S&P Jatuh Beruntun...
Indeks S&P Jatuh Beruntun Terpanjang sejak Krisis 2008
A A A
NEW YORK - Indeks S&P pada perdagangan kemarin jatuh untuk sesi kedelapan atau penurunan terpanjang sejak krisis keuangan 2008. Hal ini disebabkan saham Facebook ditimbang dan investor galau di tengah ketidakpastian atas pemilihan presiden AS pekan depan.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/11/2016), Indeks S & P 500 kehilangan 9,28 poin atau 0,44% ke level 2.088,66, Indeks Nasdaq Composite turun 47,16 poin atau 0,92% ke level 5.058,41, dan Indeks Dow Jones Industrial Average, yang tidak termasuk Facebook di antara komponen-komponennya, turun 28,97 poin atau 0,16% ke level 17.930,67.

Saham Facebook anjlok 5,7% karena jaringan media sosial online terbesar di dunia ini memperingatkan bahwa pertumbuhan pendapatan akan melambat pada kuartal ini. Saham Facebook menjadi hambatan terbesar pada S & P 500 serta di sektor teknologi Nasdaq.

Investor telah terkesima oleh tanda-tanda pilpres AS antara capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan Partai Republik Donald Trump yang cukup ketat, setelah Clinton telah baru-baru ini diperkirakan memiliki kepememimpin yang jelas.

Di sisi lain indeks Volatilitas CBOE, yang mengukur kecemasan investor jangka pendek, naik 14% ke level tertinggi dalam lebih dari empat bulan. "Lonjakan volatilitas memberitahu Anda terkait perlindungan, ada sedikit perhatian lebih," kata Matt Jones, kepala AS strategi ekuitas di J.P. Morgan Private Bank di New York.

Selain itu, nvestor juga mencerna pernyataan kebijakan Federal Reserve, yang menguat harapan untuk kenaikan suku bunga pada Desember. Dengan slide baru-baru ini, Indeks S & P 500 2016 telah dipangkas menjadi 2,2%.

"Mengingat fakta bahwa kita sedang berbicara tentang pemilihan presiden yang dipublikasikan dan kita berbicara tentang menaikkan suku bunga pada bulan Desember, mereka merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan jenis kegiatan," kata Jonathan Corpina, managing partner senior untuk Meridian Equity Partners di New York.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
12 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
16 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
17 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved