Pemerintah Akui Indonesia Belum Manfaatkan Energi Panas Bumi

Minggu, 06 November 2016 - 18:47 WIB
Pemerintah Akui Indonesia...
Pemerintah Akui Indonesia Belum Manfaatkan Energi Panas Bumi
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui Indonesia belum memanfaatkan potensi energi panas bumi yang begitu besar. Saat ini, pemanfaatan energi baru dan terbarukan tersebut baru 5%.

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, potensi energi panas bumi di Tanah Air begitu besar hingga 39 Giga Watt (GW). Namun baru dimanfaatkan sebesar 1,5 GW.

"Memang di panas bumi sudah disampaikan potensinya 39 GW, baru terpakai 1,5 GW, persentase lima persen pemanfaatannya. Dan banyak kendala yang harus kita pecahkan bersama," ujarnya di Jakarta, Minggu (6/11/2016).

Yunus menyampaikan, persoalan pertama adalah masalah harga tapi itu sudah terselesaikan dengan adanya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 17 Tahun 2014. Para investor kini sudah mulai tertarik berinvestasi di sektor energi panas bumi.

"Pertama terkait harga, jadi harga ini sudah kita selesaikan lewat Permen Nomor 17 Tahun 2014. Harga, menurut para pengembang dan investor sudah cukup menarik," katanya. (Baca: Caplok PGE, Keuangan PLN Harus Kuat)

Persoalan kedua, kata dia, yakni izin pengadaan lahan yang melibatkan Kementerian Kehutanan. Sebab, banyak pembangkit tenaga panas bumi akan dibangun di wilayah sekitar hutan lindung.

"Kedua pengadaan lahan, institusi terkait Kementerian Kehutanan, kalau ada di hutan lindung, mekanismenya izin pakai izin lingkungan. Tantangan debirokratisasi ini harus diselesaikan ke depannya," tutur Yunus.

Ketiga, Yunus menyampaikan, geothermal punya keekonomiannya tersendiri. Tapi bagi PLN yang jadi single buyer, itu didasarkan atas biaya pokok penyediaan. Kalau mau bisnis geothermal, tentu lebih mahal dari batu bara.

Dia menambahkan, persoalan keempat yakni resistensi di masyarakat. Resistensi tersebut ada dua hal: masyarakat itu sendiri dan pola pikir yang ada selama ini. Masyarakat menganggap pengembangan geothermal akan berakibat seperti musibah yang dialami Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur. "Pengetahuan tentang geothermal dianggap seperti Lapindo, padahal berbeda," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gencar Inovasi Panas...
Gencar Inovasi Panas Bumi, PGE Diganjar Penghargaan oleh Kementerian ESDM
Terbesar Kedua di Dunia,...
Terbesar Kedua di Dunia, Indonesia Punya Potensi Panas Bumi 24.000 Mega Watt
Ngeri! 5 Warga Tewas...
Ngeri! 5 Warga Tewas Hirup Gas Beracun PLTP Sorik Marapi
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
IIGCE 2023 Dorong Optimalisasi...
IIGCE 2023 Dorong Optimalisasi Pengembangan Panas Bumi
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
1 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
4 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
5 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
6 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
6 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
8 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Belum Bayar...
Indonesia Belum Bayar Rp11,5 Triliun, di Proyek Jet Tempur KF-21
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved