Titiek Soeharto Kritik Impor Cangkul

Senin, 07 November 2016 - 21:14 WIB
Titiek Soeharto Kritik...
Titiek Soeharto Kritik Impor Cangkul
A A A
GUNUNG KIDUL - Keberadaan usaha kecil pandai besi yang memproduksi cangkul belakangan ini, terus surut lantaran kebijakan impor cangkul. Kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada usaha kecil ini pun menuai kritikan tajam. Wakil Ketua Komisi IV DRR Siti Hediati Hariyadi,mengaku menyayangkan kebijakan impor cangkul dari China tersebut.

Menurut perempuan yang kerap disapa Titiek Soeharto itu, apabila ada pembinaan yang baik, dia yakin perajin Indonesia mampu memproduksi cangkul yang berguna untuk dunia pertanian. "Kebijakan ini harus dikaji ulang karena saya yakin perusahaan dalam negeri mampu memproduksi cangkul," ungkapnya saat penyerahan bantuan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Dusun Kranon, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Yogyakarta, Senin (7/11/2016).

Titiek melanjutkan, kebijakan impor cangkul yang sudah berlangsung beberapa tahun ini sebenarnya bisa dihentikan. Untuk itu, dia mengaku akan berjuang agar kegiatan alat produksi pertanian yang menggeliat di daerah bisa didukung oleh kebijakan tingkat nasional. "Kalau dibiarkan seperti ini, kasihan perajin kecil dan juga badan usaha milik pemerintah yang bisa memproduksi," imbuhnya.

Kebijakan impor cangkul ini membuat perajin pandai besi di Desa Karangtengah, Wonosari, gerah. Omset usaha menjadi menurun sejak kebijakan impor cangkul tersebut.

Salah satu perajin, Siswanto Anwar mengungkapkan, sejak masuknya cangkul impor beberapa tahun terakhir, omset para perajin pandai besi menurun drastis. Untuk tetap bisa bertahan, akhirnya perajin memilih membuat alat pertanian lain seperti arit atau sabit. "Kami sekarang tidak lagi memproduksi cangkul karena dari sisi harga, cangkul impor lebih murah," ulasnya.

Menurutnya, produski cangkul perajin di Dusun Kajar sebenarnya tidak kalah dengan kualitas impor. Hanya disparitas harga menyebabkan perajin memilih tidak lagi memproduksi cangkul. "Sekarang kami lebih fokus untuk memproduksi sabit, parang dan juga perkakas pertanian lainnya yang lebih laku di pasaran," imbuh dia.

Siswanto berharap pemerintah mengkaji ulang impor alat pertanian dari luar negeri untuk mendukung industri dalam negeri. "Jangan sampai membunuh perajin kecil seperti kami," harapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wahai Para Penggemar...
Wahai Para Penggemar Jamur Enoki, Waspadalah....!!
Bukan karena Covid-19,...
Bukan karena Covid-19, Impor Sapi Menyusut hingga Pertengahan 2020
Mentan SYL: Rakyat Bisa...
Mentan SYL: Rakyat Bisa Tanam Kok Impor, Enggak Nalar!
Soal Impor Beras, Pengamat...
Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Rapat Bersama DPR Soal...
Rapat Bersama DPR Soal Kedelai, Mentan SYL: Sekali-kali Perlu Kita Injak juga Kaki Importir
Menteri Teten: Jangan...
Menteri Teten: Jangan Lagi Impor Alat Kesehatan dan Pertanian!
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
17 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
33 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
7 Barang Impor yang...
7 Barang Impor yang Bakal Dikenakan Pajak hingga 200%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved