IHSG Dibuka Balik Menghijau Iringi Kenaikan Bursa Asia
Selasa, 15 November 2016 - 09:37 WIB
IHSG Dibuka Balik Menghijau Iringi Kenaikan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau mengiringi penguatan mayoritas bursa utama Asia. Setelah kemarin mencetak tren negatif, pagi ini bursa saham Tanah Air berada pada level 5.133,83 atau menguat sebesar 18,09 poin yang setara dengan 0,35%
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG awal pekan berakhir melemah ke level 5.115,74 atau turun sebesar 2,22%, setara dengan 116,23 poin. Penyusutan IHSG di tengah bursa Jepang yang sukses menjaga tren positif.
Sektor saham di dalam negeri pada pagi ini mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang bertambah 0.61% diikuti kenaikan aneka industri 0.57%. Sedangkan saham yang melemah salah satunya sektor perdagangan yang menyusut 0,41%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp602 miliar dengan 590 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp143,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp357,2 miliar dan aksi beli sebesar Rp214,1 miliar. Tercatat pada awal perdagangan hari ini sebanyak 114 saham menguat, 46 saham melemah dan 60 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp100 menjadi Rp7.725, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp100 menjadi Rp7.700 dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) meningkat jadi Rp830 dengan lonjakan Rp75.
Selanjutnya beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyusut Rp550 menjadi Rp61.050, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berkurang Rp350 menjadi Rp15.150 serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun Rp300 menjadi Rp17.475.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (15/11/2016) pasar saham Asia terlihat berada pada tren positif, ketika dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang bergerak flat di awal perdagangan saat pasar saham Australia berkurang 0,5%.
Hasil positif justru diperlihatkan beberapa pasar saham Asia seperti indeks Hang Seng di Hong Kong yang bertambah sebesar 0,53% atau setara dengan 118,85 poin ke level 22.341,07. Hal ini mengiringi bursa di daratan China yakni indeks Shanghai yang juga menghijau ke level 3.211,24 dengan kenaikan 0,87 poin atau 0,03%.
Pada seberang selat Korea, indeks Kospi dibuka menanjak 1,13 poin atau 0,06% menuju level 1.975,53, sedangkan Nikkei Jepang yang sebelumnya perkasa ditopang peningkatan ekspor kali ini melemah 0,13% atau 22,23 poin ke level 17.650,39.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG awal pekan berakhir melemah ke level 5.115,74 atau turun sebesar 2,22%, setara dengan 116,23 poin. Penyusutan IHSG di tengah bursa Jepang yang sukses menjaga tren positif.
Sektor saham di dalam negeri pada pagi ini mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang bertambah 0.61% diikuti kenaikan aneka industri 0.57%. Sedangkan saham yang melemah salah satunya sektor perdagangan yang menyusut 0,41%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp602 miliar dengan 590 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp143,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp357,2 miliar dan aksi beli sebesar Rp214,1 miliar. Tercatat pada awal perdagangan hari ini sebanyak 114 saham menguat, 46 saham melemah dan 60 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp100 menjadi Rp7.725, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp100 menjadi Rp7.700 dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) meningkat jadi Rp830 dengan lonjakan Rp75.
Selanjutnya beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyusut Rp550 menjadi Rp61.050, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berkurang Rp350 menjadi Rp15.150 serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun Rp300 menjadi Rp17.475.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (15/11/2016) pasar saham Asia terlihat berada pada tren positif, ketika dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang bergerak flat di awal perdagangan saat pasar saham Australia berkurang 0,5%.
Hasil positif justru diperlihatkan beberapa pasar saham Asia seperti indeks Hang Seng di Hong Kong yang bertambah sebesar 0,53% atau setara dengan 118,85 poin ke level 22.341,07. Hal ini mengiringi bursa di daratan China yakni indeks Shanghai yang juga menghijau ke level 3.211,24 dengan kenaikan 0,87 poin atau 0,03%.
Pada seberang selat Korea, indeks Kospi dibuka menanjak 1,13 poin atau 0,06% menuju level 1.975,53, sedangkan Nikkei Jepang yang sebelumnya perkasa ditopang peningkatan ekspor kali ini melemah 0,13% atau 22,23 poin ke level 17.650,39.
(akr)
Lihat Juga :