IHSG Berakhir Ambruk ke Level 5.078 Saat Bursa Asia Tertekan
Selasa, 15 November 2016 - 16:44 WIB
IHSG Berakhir Ambruk ke Level 5.078 Saat Bursa Asia Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir ambruk ke level 5.078,50 atau 0,73% yang setara kehilangan 37,24 poin. Tren negatif pasar saham Tanah Air masih berlanjut, meski sempat menguat pagi tadi untuk mengiringi mayoritas bursa utama Asia yang juga berada di bawah tekanan.
Pada sesi pembukaan pagi tadi, IHSG menguat 18,09 poin atau 0,35% ke level 5.133,83 dan pada sesi siang semakin bertambah 45,50 poin atau 0,89% ke level 5.161,24. Sedangkan pada perdagangan kemarin bursa saham nusantara melemah ke level 5.115,74 atau turun sebesar 2,22%, setara dengan 116,23 poin.
Sektor saham di dalam negeri hampir keseluruhan memerah, dipimpin kejatuhan paling dalam dialami sektor pertambangan dengan kehilangan 5,53% diikuti sektor perkebunan 1.73%. Di sisi lain, dua sektor yang menguat adalah infrastruktur dan keuangan yang masing-masing meningkat 0,32% dan 0,14%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp8,79 triliun dengan 9,99 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp551,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,59 triliun dan aksi beli sebesar Rp3,04 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 103 saham menguat, 218 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) meningkat Rp200 menjadi Rp6.700, PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) bertambah Rp200 menjadi Rp2.450 dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik Rp165 menjadi Rp880.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp475 menjadi Rp61.125, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menyusut Rp100 menjadi Rp6,400 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) turun Rp80 menjadi Rp3,310.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/11/2016) penguatan dolar Amerika Serikat (USD) mendekati level tertinggi dalam 14 tahun serta ekspektasi investor terkait penguatan inflasi di Amerika Serikat ketika harapan kebijakan fiskal dari Presiden Donald Trump dinanti. Kombinasi keduanya diyakini telah membuat mata uang Asia dan ekuitas terutama di Taiwan, Korea Selatan serta Indonesia tergelincir.
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat bergerak mendatar setelah sempat jatuh hampir 5%. Pasar saham India dan Australia memimpin kejatuhan dengan penurunan sebesar 1,4% dan 0,4% untuk masing-masing. Sementara bursa saham di Hong Hong, indeks Hang Seng menghijau ke level 22.323,91 dengan kenaikan 0,46% atau 101.69 poin.
Hasil positif juga diperlihatkan indeks Strait Times yang meningkat 0,46% atau setara dengan 12,72 poin ke level 2.799,99. Di sisi lain indeks Nikkei Jepang ditutup memerah dengan penurunan 4,47 poin atau 0,03% menuju level 17.668,15, mengiringi di seberang selat Korea yakni indeks Kospi yang melemah 0,35% atau 6,87 poin di posisi 1.967,53.
Pada daratan China, indeks Shanghai ditutup turun 0,11% atau 3,64 poin ke level 3.206,73, sementara komposit Shenzhen meningkat 0,477%, atau 10.01 poin di level 2.124,4. China dijadwalkan akan merilis data investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) sore ini. Sedangkan Yuan China melunak menjadi 6.8598 melawan greenback.
Pada sesi pembukaan pagi tadi, IHSG menguat 18,09 poin atau 0,35% ke level 5.133,83 dan pada sesi siang semakin bertambah 45,50 poin atau 0,89% ke level 5.161,24. Sedangkan pada perdagangan kemarin bursa saham nusantara melemah ke level 5.115,74 atau turun sebesar 2,22%, setara dengan 116,23 poin.
Sektor saham di dalam negeri hampir keseluruhan memerah, dipimpin kejatuhan paling dalam dialami sektor pertambangan dengan kehilangan 5,53% diikuti sektor perkebunan 1.73%. Di sisi lain, dua sektor yang menguat adalah infrastruktur dan keuangan yang masing-masing meningkat 0,32% dan 0,14%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp8,79 triliun dengan 9,99 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp551,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,59 triliun dan aksi beli sebesar Rp3,04 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 103 saham menguat, 218 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) meningkat Rp200 menjadi Rp6.700, PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) bertambah Rp200 menjadi Rp2.450 dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik Rp165 menjadi Rp880.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp475 menjadi Rp61.125, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menyusut Rp100 menjadi Rp6,400 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) turun Rp80 menjadi Rp3,310.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/11/2016) penguatan dolar Amerika Serikat (USD) mendekati level tertinggi dalam 14 tahun serta ekspektasi investor terkait penguatan inflasi di Amerika Serikat ketika harapan kebijakan fiskal dari Presiden Donald Trump dinanti. Kombinasi keduanya diyakini telah membuat mata uang Asia dan ekuitas terutama di Taiwan, Korea Selatan serta Indonesia tergelincir.
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat bergerak mendatar setelah sempat jatuh hampir 5%. Pasar saham India dan Australia memimpin kejatuhan dengan penurunan sebesar 1,4% dan 0,4% untuk masing-masing. Sementara bursa saham di Hong Hong, indeks Hang Seng menghijau ke level 22.323,91 dengan kenaikan 0,46% atau 101.69 poin.
Hasil positif juga diperlihatkan indeks Strait Times yang meningkat 0,46% atau setara dengan 12,72 poin ke level 2.799,99. Di sisi lain indeks Nikkei Jepang ditutup memerah dengan penurunan 4,47 poin atau 0,03% menuju level 17.668,15, mengiringi di seberang selat Korea yakni indeks Kospi yang melemah 0,35% atau 6,87 poin di posisi 1.967,53.
Pada daratan China, indeks Shanghai ditutup turun 0,11% atau 3,64 poin ke level 3.206,73, sementara komposit Shenzhen meningkat 0,477%, atau 10.01 poin di level 2.124,4. China dijadwalkan akan merilis data investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) sore ini. Sedangkan Yuan China melunak menjadi 6.8598 melawan greenback.
(akr)
Lihat Juga :