IHSG Hari Ini Akan Bergerak Positif
Rabu, 23 November 2016 - 08:38 WIB
IHSG Hari Ini Akan Bergerak Positif
A
A
A
JAKARTA - Bursa Asia mayoritas menguat di atas 1%. Harga minyak yang memperpanjang tren positif ditengah optimisme OPEC yang akan setuju memotong output dan naiknya logam menjadi faktor utama. Para investor mempersiapkan posisi pergerakan optimisme harga minyak yang akan berada di level USD55 per barel, bila kesepakatan menemukan titik temu dalam pemangkasan produksi massal.
IHSG bergerak menguat ditutup naik 56,35 poin sebesar 1.09% di level 5204.67 dengan volume cenderung tinggi. Investor domestik memimpin aksi beli di saat investor asing cenderung terus melakukan penjualan hingga tercatat pada hari ini net sell sebesar Rp733.84 miliar.
Indeks sektor pertambangan memimpin penguatan seiring penguatan harga komoditas dunia, dimana tembaga naik 1.5% menuju penutupan tertinggi sejak juli 2015 dan harga minyak naik tertinggi selama tiga minggu terakhir.
Bursa Eropa pun dibuka sangat optimis dengan rata-rata menguat lebih dari 1%. Penguatan bursa Eropa dipimpin saham energi dan material tambang. Data tingkat kepercayaan kosumen di Eropa diperkirakan membaik pada tengah November ini. Sentimen selanjutnya, diantaranya data aktifitas manufaktur di zona Eropa dan AS. Tingkat pengangguran, durable goods order dan stok persediaan minyak di AS.
Seiring dengan itu, analis dari Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan break out resistance MA7 secara teknikal pada pergerakan IHSG memicu pergerakan penguatan pada momentum RSI dan indikator stochastic, sehingga IHSG akan mencoba mencari resistance baru, dimana resistance terdekat berada pada target penutupan gap di level 5235 dan MA25 di level 5330.
Sehingga ia memperkirakan IHSG pada Rabu (23/11/2016) akan bergerak kembali positif meski akan sedikit tertahan dengan range pergerakan 5.156-5.280. Saham-saham yang dapat menjadi perhatian diantaranya BBTN, BSDE, GJTL, HRUM, ITMG, MAPI, CTRA, LPCK.
IHSG bergerak menguat ditutup naik 56,35 poin sebesar 1.09% di level 5204.67 dengan volume cenderung tinggi. Investor domestik memimpin aksi beli di saat investor asing cenderung terus melakukan penjualan hingga tercatat pada hari ini net sell sebesar Rp733.84 miliar.
Indeks sektor pertambangan memimpin penguatan seiring penguatan harga komoditas dunia, dimana tembaga naik 1.5% menuju penutupan tertinggi sejak juli 2015 dan harga minyak naik tertinggi selama tiga minggu terakhir.
Bursa Eropa pun dibuka sangat optimis dengan rata-rata menguat lebih dari 1%. Penguatan bursa Eropa dipimpin saham energi dan material tambang. Data tingkat kepercayaan kosumen di Eropa diperkirakan membaik pada tengah November ini. Sentimen selanjutnya, diantaranya data aktifitas manufaktur di zona Eropa dan AS. Tingkat pengangguran, durable goods order dan stok persediaan minyak di AS.
Seiring dengan itu, analis dari Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan break out resistance MA7 secara teknikal pada pergerakan IHSG memicu pergerakan penguatan pada momentum RSI dan indikator stochastic, sehingga IHSG akan mencoba mencari resistance baru, dimana resistance terdekat berada pada target penutupan gap di level 5235 dan MA25 di level 5330.
Sehingga ia memperkirakan IHSG pada Rabu (23/11/2016) akan bergerak kembali positif meski akan sedikit tertahan dengan range pergerakan 5.156-5.280. Saham-saham yang dapat menjadi perhatian diantaranya BBTN, BSDE, GJTL, HRUM, ITMG, MAPI, CTRA, LPCK.
(ven)
Lihat Juga :