Sri Mulyani Bocorkan Komisaris Sekuritas Belum Ikut Tax Amnesty
Rabu, 23 November 2016 - 11:31 WIB
Sri Mulyani Bocorkan Komisaris Sekuritas Belum Ikut Tax Amnesty
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membocorkan data dewan komisaris dan direksi perusahaan sekuritas di pasar modal yang belum ikut program tax amnesty. Namun secara persentase, jumlah yang sudah ikut masih lebih banyak.
Wanita yang akrab disapa Ani ini mengatakan, komisaris perusahaan sekuritas atau anggota bursa yang telah ikut amnesti pajak sebanyak 68%, sisanya belum. Demi mengejar wajib pajak tersebut, Ani mengatakan sudah tahu nama-namanya, perusahaanya beserta alamat.
"Yang sudah ikut amnesti pajak dari komisaris baru 68 persen, 32 persen belum. Ini saya tahu namanya, perusahaannya, alamatnya, dan kalau Anda merasa tidak ada masalah boleh saja, kita lihat nanti," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Sementara untuk dewan direksi perusahaan sekuritas, dia menyampaikan, porsinya masih imbang antara yang sudah ikut pengampunan pajak dan belum. Kemudian total uang tebusan sudah terkumpul Rp65,90 miliar dari direksi dan Rp406,66 miliar dari komisaris.
"Direksi 50 persen sudah, 50 persen belum. Total tebusan komisaris Rp406,66 miliar hampir Rp1 triliun, direksi Rp65,90 miliar, dan dari pemegang saham Rp170,9 miliar," kata Ani. (Baca: Paska OTT KPK, Sri Mulyani Kirim Pesan Cinta ke Pegawai Kemenkeu)
Merincikan lebih lanjut, Ani menyampaikan, tebusan paling rendah yang telah dibayarkan dewan komisaris sebesar Rp1 juta dan tertinggi Rp77,3 miliar. Untuk dewan direksi, paling tinggi sebanyak Rp12,75 miliar dan terendah Rp915 ribu.
"Tebusan ada yang Rp1 juta dari dewan komisaris, mungkin ada yang lupa dideklarasi Rp200 juta, paling tinggi Rp77,3 miliar. Direksi Rp915 ribu paling rendah dan paling tinggi Rp12,75 miliar. Pemegang saham ada yang Rp50 ribu dan paling tinggi Rp37,75 miliar," tutur dia.
Melihat hasil ini, mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan masih belum puas. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio pun dimintanya untuk dapat mendorong petinggi perusahaan sekuritas agar dapat mengikuti tax amnesty.
"Saya bilang ke Pak Tito, saya enggak akan datang lagi ke bursa kalau semuanya belum ikut tax amnesty. Ada yang serius, ada yang main-main, mereka anggap republik ini main-main," pungkasnya.
Wanita yang akrab disapa Ani ini mengatakan, komisaris perusahaan sekuritas atau anggota bursa yang telah ikut amnesti pajak sebanyak 68%, sisanya belum. Demi mengejar wajib pajak tersebut, Ani mengatakan sudah tahu nama-namanya, perusahaanya beserta alamat.
"Yang sudah ikut amnesti pajak dari komisaris baru 68 persen, 32 persen belum. Ini saya tahu namanya, perusahaannya, alamatnya, dan kalau Anda merasa tidak ada masalah boleh saja, kita lihat nanti," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Sementara untuk dewan direksi perusahaan sekuritas, dia menyampaikan, porsinya masih imbang antara yang sudah ikut pengampunan pajak dan belum. Kemudian total uang tebusan sudah terkumpul Rp65,90 miliar dari direksi dan Rp406,66 miliar dari komisaris.
"Direksi 50 persen sudah, 50 persen belum. Total tebusan komisaris Rp406,66 miliar hampir Rp1 triliun, direksi Rp65,90 miliar, dan dari pemegang saham Rp170,9 miliar," kata Ani. (Baca: Paska OTT KPK, Sri Mulyani Kirim Pesan Cinta ke Pegawai Kemenkeu)
Merincikan lebih lanjut, Ani menyampaikan, tebusan paling rendah yang telah dibayarkan dewan komisaris sebesar Rp1 juta dan tertinggi Rp77,3 miliar. Untuk dewan direksi, paling tinggi sebanyak Rp12,75 miliar dan terendah Rp915 ribu.
"Tebusan ada yang Rp1 juta dari dewan komisaris, mungkin ada yang lupa dideklarasi Rp200 juta, paling tinggi Rp77,3 miliar. Direksi Rp915 ribu paling rendah dan paling tinggi Rp12,75 miliar. Pemegang saham ada yang Rp50 ribu dan paling tinggi Rp37,75 miliar," tutur dia.
Melihat hasil ini, mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan masih belum puas. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio pun dimintanya untuk dapat mendorong petinggi perusahaan sekuritas agar dapat mengikuti tax amnesty.
"Saya bilang ke Pak Tito, saya enggak akan datang lagi ke bursa kalau semuanya belum ikut tax amnesty. Ada yang serius, ada yang main-main, mereka anggap republik ini main-main," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :