China Meminta Amerika Serikat Menghormati WTO

Kamis, 24 November 2016 - 13:12 WIB
China Meminta Amerika...
China Meminta Amerika Serikat Menghormati WTO
A A A
WASHINGTON - Republik Rakyat China meminta Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden terpilih Donald Trump untuk mempertahankan aturan tarif dalam World Trade Organization. China menambahkan mereka akan mempertahankan hak-haknya di bawah aturan WTO seiring dengan rencana Trump memberlakukan bea masuk 45% atas barang buatan China.

Melansir dari Huffington Post, Kamis (24/11/2016), perwakilan perdagangan internasional dari China, Zhang Xiangchen meminta AS untuk menghormati WTO dan membantah tudingan bahwa China melakukan manipulasi mata uang untuk meraih keuntungan dalam perdagangan bebas.

“Kami meminta jika Trump resmi menjadi presiden, bahwa Amerika Serikat harus menghormati kewajibannya sebagai anggota Organisasi Perdagangan Dunia. Dan sebagai anggota WTO, China juga memiliki hak untuk menjamin hak-haknya sebagai anggota WTO,” ujar Zhang dalam pertemuan perdagangan China dan AS di Washington.

Mengutip dari Reuters, Kamis (24/11), terkait soal hak-hak di WTO, China sendiri tidak merinci langkah-langkah apa yang akan mereka lakukan untuk melindungi hak-haknya di bawah WTO.

Trump sendiri mengatakan bahwa Negeri Mao Tse-tung itu telah “menjajah AS” dalam perdagangan dengan memanipulasi mata uang, sehingga barang-barang China menjadi lebih murah dan membanjiri pasar AS. Sedangkan China kerap memberi barrier bagi masuknya produk-produk AS.

Trump yang akan ambil sumpah pada 20 Januari 2017, kembali menegaskan siap menerapkan bea masuk 45% bagi barang China guna melindungi produk-produk AS.

Dalam perjanjian perdagangan global melarang anggota secara sepihak menaikkan tarif di atas tingkat yang telah mereka sepakati. Dan mereka harus mempertahankan aturan WTO tersebut.

Global Times, media yang dikelola oleh Partai Komunis China memperingatkan bahwa kebijakan Trump soal bea masuk 45% akan melumpuhkan perdagangan bilateral AS dengan China.

Adapun Zhang mengatakan China tidak peduli soal perubahan kepemimpinan di Amerika. Dan kepentingan ekonomi bersama antara AS dan China jauh lebih besar daripada perbedaan pendapat selama ini. Zhang pun menandaskan bawah China dan AS harus terus bekerja sama.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Praktik Perdagangan...
Praktik Perdagangan China Mendapat Kecaman Keras
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Wamendag Tegaskan ke...
Wamendag Tegaskan ke WTO, RI Berkomitmen pada Sistem Ekonomi Terbuka
China Diseret ke WTO...
China Diseret ke WTO usai Menyelidiki Subsidi Susu Uni Eropa
Daftar Negara Berkembang...
Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Cak Imin Usul Indonesia...
Cak Imin Usul Indonesia Keluar dari WTO demi Ketahanan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
58 menit yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
1 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
2 jam yang lalu
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
11 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
11 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
12 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved