Tom Lembong Nilai Pasar Modal Berlebihan Tanggapi Trump Efek

Rabu, 30 November 2016 - 15:45 WIB
Tom Lembong Nilai Pasar...
Tom Lembong Nilai Pasar Modal Berlebihan Tanggapi Trump Efek
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menilai, pasar keuangan terlalu berlebihan menanggapi kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS). Padahal, berbagai pernyataan Trump dalam kampanye menurutnya belum tentu akan diimplementasikan dalam sebuah kebijakan.

Dia mengatakan, pergerakan pasar modal dan pasar valuta asing paska kemenangan Trump terlalu jauh. Selain itu, antisipasi bond dan currency market terhadap situasi ini pun dipandang agak berlebihan.

"Menurut saya, pasar modal baik pasar valuta, currency sudah agak terlalu jauh bergeraknya. Currency market and the bond market is behaving, seolah stimulusnya akan sangat dramatis. Padahal belum sama sekali diterbitkan detail kebijakannya. Menurut saya antisipasi bond dan currency market agak berlebihan. Over reaksi," katanya di Shangri-la Hotel, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

(Baca Juga: Kejatuhan Rupiah dan Pasar Modal Bukan Donald Trump Efek)

Menurutnya, kemenangan Trump dalam Pilpres AS tidak akan hanya memberikan dampak negatif terhadap pasar melainkan juga dampak positif. Jika ekonomi AS semakin tumbuh, nilai tukar dollar Amerika Serikat (USD) memang akan semakin menguat dan membuat orang akan memillih investasi dalam USD.

"Di sisi lain, dengan dolar naik maka ekspor kita jadi murah. Ekspor kita dari Asia Timur akan melonjak. Itu kan berarti omzet kita naik, penghasilan devisa dari ekspor naik," imbuh dia.

(Baca Juga: Market Wait and See Kebijakan Proteksionis Trump Tahun Depan)

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) ini mengungkapkan, masyarakat dunia selama ini kerap memandang hanya pada satu sisi semata. Padahal ada efek sekunder yang bisa jadi justru akan lebih menguntungkan.

"Kadang reaksi pasar bisa sedikit ekstrem, hanya terobsesi dengan satu aspek saja. Misalnya, suku bunga AS akan naik, dolar menguat dan hanya fokus di arus modal. Tapi lupa, nantinya juga akan ada arus perdagangan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
17 menit yang lalu
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
52 menit yang lalu
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
1 jam yang lalu
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
2 jam yang lalu
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
2 jam yang lalu
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved