Realisasi NPI Diprediksi Surplus Rp13,5 Triliun

Kamis, 01 Desember 2016 - 20:31 WIB
Realisasi NPI Diprediksi...
Realisasi NPI Diprediksi Surplus Rp13,5 Triliun
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi realisasi neraca pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2016 mengalami surplus sebesar USD10 miliar atau setara Rp13,5 triliun. Hak tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara.

Dia mengatakan, capaian tersebut jauh lebih baik dibandingkan NPI tahun lalu yang mengalami defisit sebesar USD1,1 miliar. "2015 kan balance of payment defisit. 2016 mungkin bisa USD10 miliar," ujarnya di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Mirza mengatakan, kondisi itu menandakan neraca pembayaran berada pada rentang yang sehat. Surplusnya NPI pada akhir tahun ini disebabkan masuknya arus modal portofolio dari luar negeri ditambah dana repatriasi melalui program amnesti pajak.

Hingga kuartal III-2016, NPI tercatat mengalami surplus USD5,7 miliar atau lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang defisit USD4,6 miliar. Sementara NPI tahun ini hanya mengalami defisit pada kuartal I-2016 sebesar USD300 juta akibat kondisi neraca perdagangan dan arus modal asing yang belum membaik.

Pada tahun depan, Mirza memperkirakan kinerja ekspor membaik karena mulai membaiknya harga-harga komoditas akibat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) China. Ekonomi domestik juga diperkirakan Mirza akan kembali menggeliat setelah perbankan dan sektor swasta sama-sama siap untuk melakukan ekspansi. "Kemarin juga ada amnesti pajak, repatriasi, jadi mereka siap untuk ekspansi pada tahun 2017," sambungnya.

Namun demikian, Mirza mengatakan, kondisi itu membuat defisit transaksi berjalan meningkat akibat aktivitas impor yang meningkat. Dia memperkirakan defisit transaksi berjalan berada di kisaran 2,3-2,5% terhadap PDB. "Itu adalah suatu hal yang normal," imbuhnya.

Ekonom dari PT Samuel Aset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, Indonesia masih mengalami problem struktural yang berdampak negatif terhadap neraca transaksi berjalan. Dia pun menyebut, setiap kondisi ekonomi pulih, maka defisit transaksi berjalan justru meningkat.

Dia juga mengatakan, NPI masih menghadapi tekanan hingga tahun depan. Pasalnya, sejak 8 November, arus modal keluar dari Indonesia mencapai USD2,3 miliar yang terdiri USD1,3 miliar dalam bentuk saham dan USD1 miliar dalam bentuk obligasi.

"Ini karena ketergantungan pasar kita terhadap asing untuk menutup defisit transaksi berjalan masih sangat besar," tandas Lana.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
55 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved