Wall Street Melompat Naik Didukung Data Ekonomi

Selasa, 06 Desember 2016 - 07:55 WIB
Wall Street Melompat...
Wall Street Melompat Naik Didukung Data Ekonomi
A A A
NEW YORK - Wall Street bangkit pada akhir perdagangan awal pekan waktu setempat ketika Dow Jones industrials mencetak rekor tertinggi, di tengah catatan positif sektor pelayanan untuk menjadi bukti kekuatan ekonomi domestik Amerika Serikat (AS). Sektor layanan menyentuh posisi terbaik dalam satu tahun, ditambah lonjakan produksi yang kemudian berimbas kepada penambahan tenaga kerja.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (6/12/2016) laporan tersebut bagian dari data ketenagakerjaan untuk menunjukkan penguatan dibandingkan bulan sebelumnya. Pasar saham AS telah meningkat sejak pemilihan Presiden pada 8 November, didorong stimulus ekonomi dan rencana pemotongan pajak perusahaan serta perampingan peraturan di bawah pimpinan Presiden AS terpilih Donald Trump.

"Banyak orang masih berasumsi negatif sejak pemilihan atau cenderung berhati-hati. Jadi sekarang mereka akan berjuang hingga akhir tahun dalam perdagangan saham," ucap Presiden Penasihat Investasi Alan B. Lancz & Associates Inc Alan Lancz di Toledo, Ohio.

Dia menambahkan investor AS pada awal pekan coba melihat kekuatan ekuitas Eropa setelah referendum di Italia membuat Perdana Menteri Matteo Renzi memilih mengundurkan diri setelah menderita kekalahan. Di sisi lain Dow Jones industrial average mengalami kenaikan sebesar 45,82 poin atau 0,24% ke level 19.216,24, dan indeks S & P 500 mendapatkan tambahan 12,76 poin atau 0,58% menjadi 2.204,71.

Hasil positif juga diraih komposit Nasdaq yang melonpat naik 53,24 poin atau 1,01% ke level 5.308,89. Dow Jones mencapai posisi tertinggi terdongkrak kenaikan beberapa sektor seperti salah satunya keuangan yang menguat 1,2%. Saham Goldman Sachs naik 2,3% serta data ekonomi memperkuat peluang The Fed alias Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan pada minggu depan.

Nama-nama besar perusahaan teknologi juga mengangkat indeks S & P 500 dan membantu Nasdaq meningkat. Saham Amazon.com naik 2,6% saat sektor kesehatan jatuh 0,2% untuk jadi sektor dengan performa terburuk. Sekitar 7,1 miliar saham diperdagangankan atau masih di bawah rata-rata harian 7,9 miliar dalam 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
7 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
7 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
8 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
8 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
9 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved