Holding BUMN Tambang Kantongi Dukungan Serikat Pekerja

Kamis, 08 Desember 2016 - 10:19 WIB
Holding BUMN Tambang...
Holding BUMN Tambang Kantongi Dukungan Serikat Pekerja
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertambangan akan mengawal pembentukan Holding BUMN Industri Pertambangan, menuju Holding yang besar, kuat dan lincah. Holding tersebut meliputi PT ANTAM (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero).

“Seluruh Serikat Pekerja yang tergabung dalam Holding BUMN Industri Pertambangan menyatakan mendukung dan akan mengawal pembentukan Holding BUMN Industri Pertambangan yang besar, kuat dan lincah sehingga dapat memberikan konstribusi yang lebih besar kepada Tanah Air,” ujar Ketua Umum Ikatan Karyawan Timah Ali Syamsuri seperti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/12/2016).

(Baca Juga: Rini Siap Realisasikan Holding BUMN Migas dan Tambang Tahun Ini)

Menurutnya, holding tersebut perlu mengutamakan kesejahteraan pegawai masing-masing perusahaan. “Fokus pembahasan mengenai kesejahteraan pegawai, standarisasi kompetensi serta struktur organisasi dan jaminan keberlangsungan Holding BUMN Industri Pertambangan,” imbuh dia.

Sementara itu Staf Khusus Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyatakan, ada satu kesatuan tujuan strategis dalam memposisikan Holding BUMN Industri Pertambangan sebagai bidang strategis, yang berarti mempunyai privilege dalam menjalankan bisnisnya dan dibesarkan demi kepentingan bangsa dan negara.

“Pentingnya strategi menguasai cadangan dan sumber daya mineral dengan mengupayakan kekuatan pendanaan untuk melakukan akuisisi atas perusahaan-perusahaan tambang yang sudah melakukan produksi, serta meningkatkan hilirisasi produk melalui kerjasama investasi dengan perusahaan pengolahan tambang global,” ucap Budi yang juga mantan Dirut PT Bank Mandiri.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Bagya Mulyanto menuturkan ada empat alasan mengapa pemerintah membentuk holding BUMN industri pertambangan, yaitu belum optimalnya pengolahan nilai tambah atas mineral, tidak meratanya sumber daya alam mineral di wilayah Indonesia.

“Juga keterbatasan kemampuan pendanaan investasi terkait hilirasi dan industri pertambangan di Indonesia sebagian besar dikuasai oleh pihak asing,” papar Bagya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Mandek, Ini Penjelasan Kementerian BUMN
Bentuk Holding Ultra...
Bentuk Holding Ultra Mikro Tanpa Otak-atik DPR, Tanri Abeng: Pemerintah Perlu Terbitkan PP
Erick Thohir Pastikan...
Erick Thohir Pastikan Pendirian Holding BUMN Tetap Berjalan
Kabar Terbaru Holding...
Kabar Terbaru Holding BUMN Pangan: Panitia Antar Kementerian Dibentuk Erick
Wamen BUMN: Kalau Semua...
Wamen BUMN: Kalau Semua BUMN IPO, Bisa Lebih dari Temasek
Rapat Kerja BUMN dengan...
Rapat Kerja BUMN dengan Komisi V DPR Bahas Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved