Pengusaha Mebel Indonesia Belajar ke China

Senin, 26 Desember 2016 - 15:15 WIB
Pengusaha Mebel Indonesia...
Pengusaha Mebel Indonesia Belajar ke China
A A A
JAKARTA - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Woodworking Machinery, Lunjiao, China, guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi industri mebel dan kerajinan. Kerja sama ini diawali dengan penandatanganan MoU di antara kedua belah pihak.

Wakil Ketua Umum Bidang Produksi dan SDM HIMKI, Yanti Rukmana mengatakan, Asosiasi Woodworking Machinery akan membantu dan mendukung para pelaku industri mebel dan kerajinan nasional dalam alih teknologi serta pengembangan R&D (riset dan pengembangan) dengan menyediakan mesin-mesin terkini dan harga yang terjangkau, serta adanya jaminan after sales service -nya.

”Kita ingin belajar, bagaimana China bisa menguasai market furnitur di dunia dan belajar upaya apa yang dilakukan oleh pengusaha mebel di China. Lebih dekat, kita melihat bahwa teknologi memang sangat kita perlukan dalam rangka menaikkan target ekspor kita,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya.

Demi mewujudkan kerja sama tersebut, pada 7- 11 Desember lalu pengurus dan anggota HIMKI berkunjung ke Lunjiao Woodworking Machinery Expo 2016 di China, serta factory visit ke Woodworking Machinery di Lunjiao dalam rangka studi banding.

Acara ini diikuti oleh 19 orang pengusaha mebel dan kerajinan nasional yang merupakan pengurusdananggotaHIMKIyang terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIMKI dan perwakilan dari beberapa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIMKI DIY Yogyakarta, Semarang, Solo, Bandung, dan Jakarta.

"Pada kunjungan pameran di Lunjiao Woodworking Machinary, sebuah area yang merupakan pabrik pembuat mesin-mesin tersebut benar-benar up to date dan berkembang sangat cepat, sehingga mesin-mesin yang modern sudah tidak asing lagi. Di sana kita belajar banyak sekali kenapa industri furnitur kita sangat tertinggal oleh mereka,” jelas Yanti.

Dia melanjutkan, sebagian besar pelaku industri mebel dan kerajinan nasional adalah kelompok IKM. Untuk membeli mesin mebel dan kerajinan, banyak pelaku IKM Tanah Air yang belum bisa menjangkau. ”Karena kemampuan dari IKM ini yang tidak bisa atau tidak tahu suplai yang benar, sehingga mereka harus membeli mesin dari importir penjual mesin. Tentunya dengan harga yang sangat mahal bila dibanding dengan direct import,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Yanti, HIMKI menjembatani kerja sama ini dengan harapan mereka akan mendukung dalam hal alih teknologi dan penyediaan mesin-mesin yang sesuai kebutuhan anggota HIMKI. ”Apabila nantinya pemerintah bisa mendukung misalnya dengan kemudahan-kemudahan impor, untuk IKM, sehingga efisiensi biaya bisa lebih terjangkau dan mendorong produktivitas lebih cepat lagi,” pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Pulihkan Industri...
Strategi Pulihkan Industri Mebel dan Kerajinan
HIMKI Ungkap Potensi...
HIMKI Ungkap Potensi Banten dalam Memperkuat Industri Mebel Nasional
Industri Mebel dan Kerajinan...
Industri Mebel dan Kerajinan Megap-megap, Pemerintah harus Turun Tangan
Abdul Sobur Terpilih...
Abdul Sobur Terpilih Jadi Ketua Umum HIMKI, Dorong Pertumbuhan Industri Mebel
IFEX 2026 Bukan Sekadar...
IFEX 2026 Bukan Sekadar Pameran Tapi Simbol Transformasi Ekspor Indonesia
Kolaborasi Lintas Sektor...
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memperkuat Industri Mebel
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
29 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
52 menit yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
1 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved