Syarat Sekuritas Sebelum Dapat Pinjaman Rp100 Miliar dari BEI
Selasa, 27 Desember 2016 - 17:07 WIB
Syarat Sekuritas Sebelum Dapat Pinjaman Rp100 Miliar dari BEI
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan syarat kepada perusahaan sekuritas sebelum mendapat pembiayaan dari PT Pendanaan Efek Indonesia. Syaratnya yakni perusahaan sekuritas tersebut harus memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) sebesar Rp250 miliar.
(Baca: Tingkatkan Transaksi, BEI Dirikan PT Pendanaan Efek Indonesia)
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, didirikannya PT Pendanaan Efek Indonesia untuk meningkatkan jumlah perusahaan yang ikut pendanaan margin. Saat ini hal tersebut hanya ada di indeks LQ 45.
"Margin hanya LQ 45 dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kita siap relaksasi ada 200 perusahaan ikut pendanaan margin. Diberikan ke sekuritas yang MKBD naik 10 kali jadi Rp250 miliar," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (27/12/2016).
Menurutnya, jika sudah memenuhi syarat itu, maka perusahaan sekuritas bisa mendapat fasilitas financing dari PT Pendanaan Efek Indonesia sebesar Rp100 miliar. Diharapkan dengan adanya pembiayaan ini dapat menaikkan jumlah transaksi.
"Awalnya MKBD di atas Rp250 miliar akan diberikan financing Rp100 miliar per perusahaan, bisa danai 200 perusahaan listed. Kita harap terjadi optimalisasi, naik transaksi," kata dia.
Tito menuturkan, likuiditas di pasar saham Indonesia cukup bagus dengan frekuensi transaksi di atas 300 ribu kali. Maka, dengan adanya pembiayaan ditargetkan jumlahnya bisa meningkat hingga 25%.
"Likuiditas kita bagus di atas 300 ribu, dua kali Malaysia. Transaksi dengan ini bisa meningkat 25%," ujarnya.
(Baca: Tingkatkan Transaksi, BEI Dirikan PT Pendanaan Efek Indonesia)
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, didirikannya PT Pendanaan Efek Indonesia untuk meningkatkan jumlah perusahaan yang ikut pendanaan margin. Saat ini hal tersebut hanya ada di indeks LQ 45.
"Margin hanya LQ 45 dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kita siap relaksasi ada 200 perusahaan ikut pendanaan margin. Diberikan ke sekuritas yang MKBD naik 10 kali jadi Rp250 miliar," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (27/12/2016).
Menurutnya, jika sudah memenuhi syarat itu, maka perusahaan sekuritas bisa mendapat fasilitas financing dari PT Pendanaan Efek Indonesia sebesar Rp100 miliar. Diharapkan dengan adanya pembiayaan ini dapat menaikkan jumlah transaksi.
"Awalnya MKBD di atas Rp250 miliar akan diberikan financing Rp100 miliar per perusahaan, bisa danai 200 perusahaan listed. Kita harap terjadi optimalisasi, naik transaksi," kata dia.
Tito menuturkan, likuiditas di pasar saham Indonesia cukup bagus dengan frekuensi transaksi di atas 300 ribu kali. Maka, dengan adanya pembiayaan ditargetkan jumlahnya bisa meningkat hingga 25%.
"Likuiditas kita bagus di atas 300 ribu, dua kali Malaysia. Transaksi dengan ini bisa meningkat 25%," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :