Bank Dunia Apresiasi Program Desa Migran Produktif

Selasa, 27 Desember 2016 - 18:55 WIB
Bank Dunia Apresiasi...
Bank Dunia Apresiasi Program Desa Migran Produktif
A A A
INDRAMAYU - Bank Dunia mengapresiasi program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan melindungi tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Ini program bagus. Desmigratif adalah upaya komperhensif dalam melindungi TKI. Dari sebelum berangkat, sedang hingga TKI pulang," ujar ekonom senior Bank Dunia Ririn Salwa Purnamasari usai menghadiri acara pencanangan Desa Migran Produktif di Desa Kenanga, Indaramyu, Jawa Barat, Selasa (27/12/2016).

Menariknya, program ini diselengarakan di pemerintahan terkecil yakni desa, di mana desa dianggap sebagai pintu masuk kejahatan perdagangan orang berkedok pengiriman TKI.

Sebelum berangkat, calon TKI bisa mendapatkan pelayanan migrasi di balai desa. Hal ini menghindarkan calon TKI menjadi korban perdagangan orang yang sering kali memalsukan dokumen kependudukan.

Program Desmigratif memberi pelatihan dan pendampingan usaha produktif dengan mengandalkan produk unggulan desa, serta membantu pemasarannya. Terkait pelatihan dan pendampingan ini, pemerintah menggandeng perbankan untuk membantu akses modal, serta dengan PT Telkom untuk membantu proses pemasaran online.

Sementara, bagaimana dengan anak TKI yang ditinggalkan? Desmigratif mengadakan pola community parenting, dimana anak-anak TKI diasuh bersama-sama masyarakat dalam suatu pusat belajar-mengajar.

Desmigratif juga mendirikan koperasi usaha produktif yang beranggotakan keluarga TKI. Pendirian koperasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga TKI.

Ririn berharap, pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program ini, sehingga ada jaminan keberlangsungannya. "Sayang jika tidak berkelanjutan, karena program ini merupakan terobosan bagus dan menyeluruh," ujar dia.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat mencanangkan Desmigratif di Desa Kenanga, Indramayu menyatakan, menjadi pekerja migran atau TKI adalah hak tiap warga negara. "Pemerintah hanya membantu memberikan informasi dan memberikan pelatihan agar TKI mendapatkan pekerjaan dan negara tujuan yang pas," kata Hanif.

Desmigratif, lanjut dia, ditujukan bagi desa yang menjadi kantong-kantong TKI. Total 120 desa dengan rincian, 100 desa dan 20 desa khusus di NTT. Desa percontohan yaitu Desa Kenanga, Indramayu dan Desa Kuripan, Wonosobo. Pada 2017, diharapkan Desmigratif bisa terealisasikan di 120 desa tersebut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pekerja Migran Kembali...
Pekerja Migran Kembali ke Luar Negeri Dilakukan Bertahap
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Persiapan Membuka Kembali...
Persiapan Membuka Kembali Penempatan 'Pahlawan Devisa' ke Luar Negeri
Mau Dikirim Kembali...
Mau Dikirim Kembali ke Luar Negeri, Calon Pekerja Migran Harus Punya Kriteria Ini
Sebabkan Negara Rugi,...
Sebabkan Negara Rugi, Perintah Pengadaan Sistem Proteksi TKI di Kemnaker Diusut KPK
Bandel !, Dua Perusahaan...
Bandel !, Dua Perusahaan Penyalur Pekerja Migran Kena 'Jewer' Kemnaker
Berita Terkini
Jaga Distribusi BBM...
Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
1 jam yang lalu
LPEU MUI Luncurkan Perumahan...
LPEU MUI Luncurkan Perumahan Merah Putih di Bogor, Terapkan Konsep Syariah Bebas Riba
1 jam yang lalu
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
1 jam yang lalu
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
6 jam yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved