Keperkasaan USD Jadi Celah Dongkrak Ekspor RI

Rabu, 04 Januari 2017 - 19:24 WIB
Keperkasaan USD Jadi...
Keperkasaan USD Jadi Celah Dongkrak Ekspor RI
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengakui, keperkasaan nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap mata uang lain di masa pemerintahan Donald Trump berpotensi menjadi tantangan terberat yang harus dihadapi Indonesia tahun ini. Meski begitu dia juga melihat penguatan USD tersebut bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendongkrak ekspor.

(Baca Juga: RI Diklaim Tom Lembong Negara Paling Aman untuk Berinvestasi)

Dia mengatakan, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam sidang kabinet paripurna sempat mengeluhkan bahwa dalam tiga tahun berturut-turut ekspor Indonesia tidak jalan. Beberapa tahun terakhir mesin ekonomi Indonesia pincang karena ekspor enggak berjalan bagus.

"Karena komponen ekonomi Indonesia itu ada empat, yaitu konsumsi, investasi, belanja, dan ekspor," katanya di Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Jika memang kebijakan Trump nanti akan membuat mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- menguat, maka produk-produk yang dihasilkan Indonesia akan lebih menarik karena lebih murah. Menurutnya, peluang tersebut yang harus diambil dengan menyesuaikan strategi investasi Indonesia untuk produk yang berorientasi ekspor.

Khususnya untuk ekspor produk jasa, Tom menilai, keperkasaan USD bisa menjadi peluang emas untuk meningkatkan ekspor produk jasa dari Indonesia. Apalagi, sektor jasa berperan sangat penting terhadap ekonomi di Indonesia.

"Contoh, ini kan dolar menguat terhadap semua (mata uang), termasuk terhadap yen. Sejak Pilpres AS yen melemah 12%. Nah itu berarti bahwa buat wisatawan Jepang kalau mereka mau ke Hawai atau Los Angeles tambah mahal. Berarti lebih efektif buat mereka untuk ke Indonesia. Ini yang harus kita ilhami, sosialisasikan kenapa investasi di sektor pariwisata akan sangat menarik," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bahlil Sebut Ada Permainan...
Bahlil Sebut Ada Permainan Impor Alat Kesehatan
Tarif Impor Kompetitif...
Tarif Impor Kompetitif Kunci Sukses BKPM Tarik Investor AS
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Berita Terkini
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
1 jam yang lalu
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
2 jam yang lalu
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
3 jam yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
3 jam yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
4 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved