Bahlil Sebut Ada Permainan Impor Alat Kesehatan

Kamis, 23 April 2020 - 22:20 WIB
loading...
Bahlil Sebut Ada Permainan...
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan sulitnya alat kesehatan saat pandemi Covud-19 tidak lepas dari adanya permainan impor alat kesehatan di Indonesia. Bahkan, Bahlil menyebut permainan ini sudah terjadi sejak medio tahun 2006, saat dirinya masih aktif sebagai pengusaha.

"Saya waktu pengusaha, 90% alat kesehatan itu impor. Ini memang disengaja. Dan waktu tahun 2006, saya sudah mengetahui adanya permainan impor alat kesehatan," ungkap Bahlil di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Bahlil menuturkan, agar kebutuhan alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD) terus tersedia, pihaknya telah menerbitkan regulasi untuk memangkas perizinan usaha industri alat kesehatan melalui Peraturan BKPM Nomor 86 Tahun 2020.

"Saya ingin sampaikan bahwa di masa pandemi Covid-19, untuk izin edar, dulu tujuh sampai delapan bulan, kami buka jadi satu hari," katanya.

Mantan Ketua Umum Hipmi ini menambahkan, ada kesengajaan barang industri alat kesehatan tidak dibangun sejak dulu untuk kepentingan impor. Namun, berkaca dari hal tersebut membuat mata pemerintah terbuka untuk membangun industri alat kesehatan dalam negeri.

"Kemarin, atas arahan bapak Presiden untuk segera memikirkan, mencari investor yang akan melakukan investasi di bidang alkes. Kita minta dari Korea Selatan, Amerika Serikat, Jerman, dan beberapa negara lain. Ini sekarang kita lagi kerjakan," terangnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Industri Lokal,...
Perkuat Industri Lokal, MDRN Jalin Kerja Sama Strategis dengan BUMN China
Perkuat Distribusi,...
Perkuat Distribusi, Entitas Anak MDLA Groundbreaking Gedung Baru di Medan
Ekspor Perdana Alat...
Ekspor Perdana Alat Kesehatan, Entitas Anak MDLA Tembus Pasar Kamboja dan Timor Leste
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Momentum Perkuat Penggunaan Produk Alkes Lokal
Gelar Sharing Session,...
Gelar Sharing Session, SINDOnews Ajak 100 UMKM Tingkatkan Kompetensi lewat Kemitraan
Bantu RSUD Kota Bogor,...
Bantu RSUD Kota Bogor, Fraksi PKS Serahkan Alat Kesehatan dan Obat-obatan
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
OPTAIN-Ilthabi Rekatama...
OPTAIN-Ilthabi Rekatama Donasikan Alat Screening Mata ke Klinik dr Hasri Ainun Habibie
Rekomendasi
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Berita Terkini
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved