Suplai Benih Menurun, Impor Hortikultura Terancam Meningkat

Kamis, 05 Januari 2017 - 00:09 WIB
Suplai Benih Menurun,...
Suplai Benih Menurun, Impor Hortikultura Terancam Meningkat
A A A
JAKARTA - Asosiasi Produsen Benih Hortikultura Indonesia (Hortindo) mengingatkan pemerintah terkait risiko suplai benih hortikultura untuk menjaga stabilitas ekonomi makro Indonesia di 2017. Pasokan benih yang krusial pada tahun ini mengalami kelangkaan yakni kacang panjang, tomat dan cabe.

Ketua Hortindo Afrizal Gindow mengatakan, permintaan benih 2017 diproyeksikan meningkat mencapai sekitar 10%, sementara produsen benih hanya mampu menyuplai setengahnya. Sehingga ada potensi kelangkaan suplai bibit karena musim di 2016 yang terlalu basah dan di 2017 juga diperkirakan cuaca masih kemarau basah.

Kondisi ini menurutnya akan membuat petani di 2017 akan melakukan tanam ulang karena banyak kegagalan panen. Ujungnya ialah risiko terbatasnya suplai tanaman cabe, kacang panjang, dan tomat.

“Tahun ini anggota kami hanya bisa penuhi 65% kebutuhan 7 ton cabe keriting. Sebelumnya kami bisa penuhi hingga 80% nya. Sementara untuk kacang panjang kami juga mengalami penurunan suplai hingga 50% menjadi 300 ton. Sementara tomat juga mengalami penurunan suplai sebesar 5%, sedangkan kebutuhannya ada 4 ton,” ujar Afrizal dalam jumpa pers di Jakarta.

Dia menerangkan ada risiko impor menjadi lebih besar apabila suplai dalam negeri gagal dipenuhi. Hortindo mencatat hingga Oktober 2016 nilai impor hortikultura telah mencapai USD1,45 miliar dengan volume 1,14 juta ton. Nilai impor tersebut relatif naik dibanding periode sama tahun 2015 yakni sebesar USD 1,08 miliar. Nilai impor produk hortikultura ini sudah lebih tinggi dari nilai impor beras sebesar USD 480 juta.

“Dampak impor holtikultura membuat perekonomian petani nasional menjadi menurun. Seharusnya bibit bisa menggerakkan perekonomian daerah dan menjaga angka inflasi,” terang dia.

Seperti diketahui potensi pasar industri hortikultura Indonesia sangat tinggi. Selain jumlah penduduk yang besar, penduduk kelas menengah yang saat ini mencapai 56,5% dari total penduduk Indonesia yang hampir mencapai 250 juta jiwa. Potensi permintaan yang besar tersebut, jika tidak diantisipasi akan membuat nilai impor hortikultura akan semakin besar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wahai Para Penggemar...
Wahai Para Penggemar Jamur Enoki, Waspadalah....!!
Bukan karena Covid-19,...
Bukan karena Covid-19, Impor Sapi Menyusut hingga Pertengahan 2020
Mentan SYL: Rakyat Bisa...
Mentan SYL: Rakyat Bisa Tanam Kok Impor, Enggak Nalar!
Soal Impor Beras, Pengamat...
Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Rapat Bersama DPR Soal...
Rapat Bersama DPR Soal Kedelai, Mentan SYL: Sekali-kali Perlu Kita Injak juga Kaki Importir
Menteri Teten: Jangan...
Menteri Teten: Jangan Lagi Impor Alat Kesehatan dan Pertanian!
Berita Terkini
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
11 menit yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
33 menit yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
9 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
10 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
10 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
10 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved