Menko Luhut Akan Izinkan Asing Labeli Pulau Indonesia

Senin, 09 Januari 2017 - 20:04 WIB
Menko Luhut Akan Izinkan...
Menko Luhut Akan Izinkan Asing Labeli Pulau Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memilliki cara tersendiri untuk menarik minat wisatawan melancong ke Indonesia. Dia berencana untuk mengizinkan asing melabeli pulau-pulau yang ada di Tanah Air.

Dia mengatakan, turis merupakan sektor yang paling mudah untuk menciptakan tenaga kerja dan mendatangkan pundi-pundi penerimaan untuk negara. Karena itu, apapun akan dilakukan agar turis tertarik untuk berlabuh ke Indonesia.

"Turis itu meng-create job opportunities, dapat pajak yang paling cepat. Nah kita ini terus ribut bilang 10 juta yang datang. Saya ini kadang bingung yang bodoh siapa. Sekarang kita jangan ribut-ribut. Mau ciptakan lapangan kerja paling besar ya turis," katanya di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (9/1/2017).

Menurutnya, wisatawan mancanegara kerap meminta agar mereka diizinkan untuk melabeli pulau yang mereka kunjungi. Bukan tanpa alasan, mereka ingin jika kembali ke Indonesia dapat dengan mudah mencari pulau yang mereka kunjungi tersebut sebelumya.

"Kita enggak jual pulau kok, tapi mereka boleh kasih nama. Nama kau Yokohama pun suka-suka kau. Tapi yang penting pulau itu pulau Indonesia. Bukan pulau Jepang," imbuh dia.

Jenderal bintang empat ini menyebutkan, di Indonesia terdapat lebih dari 4.000 pulau yang belum ada labelnya. Jika wisman berniat memberikan nama untuk pulau tersebut tentu tidak ada yang salah.

Namun, ditegaskan Luhut, orang asing tersebut tidak bisa memiliki atau membeli pulau tersebut. Mereka hanya diberi keistimewaan untuk memberikan nama, sementara kepemilikan tetap tercatat sebagai milik Indonesia.

"Apalah arti sebuah nama, yang penting kepemilikannya Indonesia. Registred di cap oleh Kemendagri. Ada nanti batas-batas kita. Jadi don't get thw wrong. Kalau dia bilang boleh nggak nih dinamain kawasan Tokyo. Ya suka-suka kau lah itu. Tapi ini pulau Indonesia, peraturan Indonesia, UU Indonesia," tegasnya.

Mantan Menkopolhukam ini menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah mengevaluasi program bebas visa yang dikeluarkan pemerintah. Jika ada negara yang kunjungan wisatawannya tidak bertambah setelah diberikan bebas visa, maka Luhut akan kembali mencabutnya.

"Atau terlalu banyak pelanggarannya, ya kita stop saja. Jadi jangan terus ribut orang belum setahun kok. Kita harus nyoba juga. Karena kita ingin turis datang cepat. Ingat turis itu penerimaan negara terbesar 2019, sekitar USD20 miliar," papar Luhut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Luhut Belum Mau Terima...
Luhut Belum Mau Terima Turis Asing, Pelancong Lokal Punya Simpanan Uang Banyak
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
38 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
54 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved