Indeks S&P 500 Melemah Tersengat Sektor Energi dan Kesehatan

Selasa, 10 Januari 2017 - 08:09 WIB
Indeks S&P 500 Melemah...
Indeks S&P 500 Melemah Tersengat Sektor Energi dan Kesehatan
A A A
NEW YORK - Penurunan sektor energi dan keuangan pada perdagangan bursa saham Wall Street kemarin membebani Indeks S&P 500 dan membuat Indeks Dow Jones belum bisa menyentuh level 20.000 menjelang musim pendapatan dan diharapkan ada perubahan dalam kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah presiden baru Donald Trump.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/1/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 76,42 poin atau 0,38% ke level 19.887,38, Indeks S & P 500 telah kehilangan sebanyak 8,08 poin atau 0,35% ke level 2.268,9 dan Nasdaq Composite naik 10,76 poin atau 0,19% ke level 5.531,82.

Nasdaq sendiri mendekati rekor tinggi, memperpanjang rekor bullish dengan bantuan dari saham kesehatan. Namun sektor energi pada Indeks S & P sektor turun 1,5% karena harga minyak merosot di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya ekspor Irak dan produksi AS bisa meredam dampak dari kesepakatan antara produsen besar untuk membatasi produksi.

Di tempat lain, investor mengambil nafas menjelang laba kuartal keempat dan pelantikan presiden AS pada 20 Januari. Indeks S & P 500 telah meningkat lebih dari 6% sejak pemilihan presiden AS yang dimenangkan Donald Trump pada 8 November yang telah berjanji akan melakukan pemotongan pajak, peraturan yang lebih ringan dan stimulus fiskal, tetapi investor sedang menunggu untuk melihat apakah ia dapat menjalankan janji-janjinya itu.

"Orang-orang menunggu untuk informasi lebih lanjut. Kami sedang menunggu berita politik, kami menunggu hasilnya. Ada banyak ketidakpastian di luar sana. Sebagai bulan berlangsung saya berharap kita akan melihat beberapa gerakan," kata Peter Jankovskis, co-kepala investasi di Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois.

Sektor keuangan turun 0,8% dan telah naik hampir 18% sejak pemilu, dipimpin oleh saham perbankan. Bank-bank besar akan melihat bagaimana nasib keuangan perusahaan AS pada kuartal keempat akhir pekan ini. Laba perusahaan di Indeks S & P 500 secara keseluruhan diharapkan naik 5,8% pada kuartal tersebut, menurut Thomson Reuters I / B / E / S.

"Ada beberapa harapan kita akan melihat beberapa gerakan ke atas. Investor ingin melihat beberapa laporan yang keluar pertama," kata Jankovskis.

Dua-pertiga dari 30 komponen Indeks Dow Jones turun, menjaga signifikan psikologis tanda di level 20.000. Saham Goldman Sachs '(GS.N) turun 0,8% dan menjadi hambatan terbesar diikuti oleh saham International Business Machine (IBM.N) yang menurun 0,9% dan Exxon Mobil (XOM.N) melemah 1,7%.

Delapan dari 11 sektor besar Indeks S & P 500 melemah. Di mana sektor kesehatan pada Indeks S & P adalah pemenang terbesar dengan Merck & Co ada dorongan terkemuka dan Vertex Pharmaceuticals (VRTX.O) persentase kenaikan terbesar dengan melompat 4,4% setelah menerbitkan panduan.

Driver terbesar Nasdaq di sektor kesehatan yaitu saham Ariad Pharmaceuticals (ARIA.O) yang ditutup naik 72,9% pada level USD5,20 miliar setelah kesepakatan pembelian dengan Jepang Takeda 4502.T Incyte (INCY.O) dengan naik 9,4% setelah mengumumkan kemajuan dalam program obat kanker dengan Merck.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved