Pemerintah Dinilai Belum Perhatikan Hilirisasi Rumput Laut

Selasa, 10 Januari 2017 - 12:56 WIB
Pemerintah Dinilai Belum...
Pemerintah Dinilai Belum Perhatikan Hilirisasi Rumput Laut
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis mengatakan, selain berupaya mengembangkan hilirisasi rumput laut, sebaiknya pemerintah memperhatikan aspek pengembangan hulu yang terus digenjot produksinya.

Azis juga meminta pemerintah tidak mengorbankan nasib para petani pembudidaya rumput laut, menjaga stabilitas pendapatan dan perekonomian masyarakat pesisir, dan pulau-pulau serta perolehan devisa negara.

(Baca: Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Kebijakan Kelautan-Perikanan)

"Di sektor hilir penyerapannya masih rendah dan biasanya membeli dengan harga pembelian yang kurang bersaing. Sementara, pihak asing bisa menyiapkan cara pembayaran yang efektif dengan harga kompetitif dan menguntungkan para petani,” ungkap Safari di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015 sektor hulu rumput laut menyumbang devisa lebih besar daripada hilirnya yakni mencapai 78% ekspor dengan nilai USD160.408.809. Sementara, hilir hanya mencapai 22% ekspor dengan nilai USD45.056.021.

Sementara, terkait nilai tambah, sebenarnya dari hulu para petani juga memperhatikan hal tersebut mulai dari pembibitannya, penggunaan teknologi budi daya, penempatan lokasi budidaya yang tepat serta menjaga kualitas bahan baku rumput laut yang dihasilkan demikian halnya dalam teknik pemeliharaan, tahapan panen, dan pasca panen.

(Baca: Industri Rumput Laut Indonesia Masih Alami Kendala)

"Sebelum sampai ke tingkat pedagang hingga ke tingkat pengolah, para petani sudah terlebih dahulu menjaga nilai tambah, apalagi yang berorientasi ekspor tentu harus menjaga hasil panennya. Jadi, pemerintah dalam hal membuat road map jangan sampai hanya mengedepankan larangan atau hambatan lain terhadap ekspor bahan baku rumput laut," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Ajak Warga Kepulauan...
KKP Ajak Warga Kepulauan Seribu Budidaya Rumput Laut
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Menteri Edhy Lepas Ekspor...
Menteri Edhy Lepas Ekspor 53,5 Ton Rumput Laut Spinosium ke Vietnam
Kembangkan Rumput Laut...
Kembangkan Rumput Laut di Kepulauan Seribu, Menteri Edhy: Jangan Cemas Soal Modal
Petani Nelayan Muda...
Petani Nelayan Muda Indonesia Dukung Hilirisasi Industri Rumput Laut di Nunukan
KKP Gandeng Perusahaan...
KKP Gandeng Perusahaan Kosmetik Kembangkan Turunan Rumput Laut
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
13 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved