Wall Street Melemah Dihantam Ketidakpastian Kebijakan Ekonomi AS

Jum'at, 13 Januari 2017 - 08:56 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah Dihantam Ketidakpastian Kebijakan Ekonomi AS
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat tercatat melemah ketika tiga indeks utama pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah. Investor diyakini masih menunggu terkait rincian kebijakan ekonomi Presiden AS terpilih yakni Donald Trump serta laporan pendapatan kuartalan perusahaan menjelang delapan hari pelatikan pemimpin baru AS.

Dilansir Reuters, Jumat (13/1/2017) mayoritas saham melemah dan indeks S & P 500 menyusut terseret sektor keuangan, meski setelah pemilu pada 8 November tercatat ada peningkatan sebesar 6,4%. Sementara itu kekecewaan investor terhadap sedikitnya rincian informasi kebijakan yang didapat pada konferensi pers Trump pertama menjadi katalis negatif.

Konferensi pers Donald Trump yang hanya memberi sedikit rincian kebijakan membuat investor lebih bersantai. Ketika adanya ketidakpastian kebijakan, pasar mulai kehilangan dukungan saat banyak individu menempatkan lebih banyak uang ke obligasi daripada saham, menurut Kepala Investasi Global Charles Schwab Jeffrey Kleintop.

Tercatat pada perdagangan kemarin waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 63.28 poin atau 0,32% untuk ditutup pada level 19,891. Sedangkan indeks S & P 500 berkurang 4.88 poin atau 0,21% menjadi 2.270,44 dan komposit Nasdaq menyusut 16.16 poin, atau 0,29% ke posisi 5.547,49.

Di awal sesi indeks S & P telah jatuh sebesar 0,9% dipimpin kejatuhan sektor keuangan. Saham JPMorgan Chase (JPM. N) adalah salah satu yang terbesar sehingga menyeret S & P 500 yang kehilangan hampir 1%. Lebih dari 6,7 miliar saham diperdagangkan pada pasar saham AS kemarin, lebih tinggi daripada rata-rata harian 6,5 miliar dalam 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
12 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
23 menit yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
50 menit yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved