Eks Dirut Tertangkap KPK, Menhub Minta Garuda Lebih Hati-hati
Jum'at, 20 Januari 2017 - 16:59 WIB
Eks Dirut Tertangkap KPK, Menhub Minta Garuda Lebih Hati-hati
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menginginkan agar direksi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) lebih berhati-hati dalam mengambil langkah kebijakan. Jangan sampai kasus eks Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
(Baca: Jadi Tersangka, Emirsyah Satar Dilarang ke Luar Negeri)
Budi menjelaskan, Garuda Indonesia merupakan simbol Indonesia dalam dunia aviasi internasional. Sehingga, para direksi sudah seharusnya bisa membawa nama baik negara.
"Harapannya kalau itu benar yang akan datang, Garuda melakukan kegiatan lebih berhati hati karena Garuda adalah flight carrier yang membawa nama bangsa dan punya tanggung jawab kepada bangsa," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/1/2017).
(Baca: Garuda Indonesia: Kasus Emirsyah Satar Tak Terkait Korporasi)
Selain itu, Menhub berharap dengan terungkapnya kasus suap lintas negara ini tidak mengganggu bisnis Garuda Indonesia. Sebab, kejadian itu sudah berlangsung dari beberapa tahun lalu tapi baru ketahuan sekarang.
"Kalau itu, saya dapat melihat dari Garuda harapannya operasionalnya enggak terganggu dan bisa berjalan dengan baik. Kejadian itu kejadian masa lalu," kata Budi.
Dia menambahkan, pemerintah menghargai segala proses hukum yang berlangsung baik di dalam dan luar negeri terkait kasus suap eks Dirut Garuda Indonesia. Apalagi, jika langkah tersebut bisa membuat negara jadi lebih baik.
"Ya saya pikir yang pertama kali menghargai dan mengikuti yang dilakukan sebagai upaya kita perbaikan negara kita," ucapnya.
(Baca: Jadi Tersangka, Emirsyah Satar Dilarang ke Luar Negeri)
Budi menjelaskan, Garuda Indonesia merupakan simbol Indonesia dalam dunia aviasi internasional. Sehingga, para direksi sudah seharusnya bisa membawa nama baik negara.
"Harapannya kalau itu benar yang akan datang, Garuda melakukan kegiatan lebih berhati hati karena Garuda adalah flight carrier yang membawa nama bangsa dan punya tanggung jawab kepada bangsa," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/1/2017).
(Baca: Garuda Indonesia: Kasus Emirsyah Satar Tak Terkait Korporasi)
Selain itu, Menhub berharap dengan terungkapnya kasus suap lintas negara ini tidak mengganggu bisnis Garuda Indonesia. Sebab, kejadian itu sudah berlangsung dari beberapa tahun lalu tapi baru ketahuan sekarang.
"Kalau itu, saya dapat melihat dari Garuda harapannya operasionalnya enggak terganggu dan bisa berjalan dengan baik. Kejadian itu kejadian masa lalu," kata Budi.
Dia menambahkan, pemerintah menghargai segala proses hukum yang berlangsung baik di dalam dan luar negeri terkait kasus suap eks Dirut Garuda Indonesia. Apalagi, jika langkah tersebut bisa membuat negara jadi lebih baik.
"Ya saya pikir yang pertama kali menghargai dan mengikuti yang dilakukan sebagai upaya kita perbaikan negara kita," ucapnya.
(izz)
Lihat Juga :