Arcandra Tepis Anggapan Skema Gross Split Gerus Pekerja Lokal

Jum'at, 20 Januari 2017 - 18:01 WIB
Arcandra Tepis Anggapan...
Arcandra Tepis Anggapan Skema Gross Split Gerus Pekerja Lokal
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menepis anggapan sejumlah pihak yang menyatakan bahwa skema gross split mengancam keberadaan tenaga kerja lokal dalam proyek migas. Dia justru menilai, skema ini akan membuat penyerapan tenaga kerja dalam negeri jauh lebih besar.

(Baca: Pejabat ESDM Puji Ide Brilian Arcandra Soal Bagi Hasil Migas)

Skema gross split mulai berlaku pertengahan Januari 2017, menggantikan skema production sharing contract (PSC) yang sebelumnya berlaku untuk kontrak migas. Dengan skema ini, rezim cost recovery akan brakhir dan ongkos produksi yang dikeluarkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tak lagi ditanggung pemerintah.

"Ada kekhawatiran ‎gross split membahayakan tenaga kerja Indonesia,"‎ katanya, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/1/2017). (Baca: Arcandra: Skema Gross Split Bikin Produksi Migas Lebih Cepat 2 Tahun)

Menurutnya, skema gross split akan membuat KKKS melakukan efisiensi semaksimal mungkin. Dengan begitu, tenaga kerja lokal pun akan jauh lebih diminati ketimbang tenaga kerja asing (TKA).
Sebab, penggunaan ekspartriat akan jauh lebih memakan biaya ketimbang tenaga kerja lokal. "Dari mana itu? (isu penyerapan tenaga kerja asing), kalau cost Indonesia lebih mahal dari orang bule baru itu," imbuh dia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja menambahkan, skema gross split akan memicu penggunaan komponen lokal (local content) jauh lebih besar lagi, termasuk tenaga kerja dalam negeri.

Sebab, semakin tinggi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) maka perusahaan migas akan mendapat insetif berupa tambahan pembagian split produksi migas.

"Dengan sistem gross split kalau kandungan dalam negeri tinggi dapat split, sebelumnya memaksa sekarang tidak usah memaksa. Ini memicu TKDN sebanyak mungkin memicu peningkatan pengunaan gross split," ujar Wirat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Kementerian ESDM: Manajemen...
Kementerian ESDM: Manajemen Risiko Mutlak bagi Bisnis Migas
Kementerian ESDM Usulkan...
Kementerian ESDM Usulkan Industri Hulu Migas Bebas Pajak
Kementerian ESDM Bakal...
Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WK Migas Terminasi Akhir Tahun Ini
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Migas, Kementerian ESDM Siapkan Insentif dan Kebijakan Baru
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved