Wall Street Naik Saat Pelantikan Donald Trump

Sabtu, 21 Januari 2017 - 00:34 WIB
Wall Street Naik Saat...
Wall Street Naik Saat Pelantikan Donald Trump
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street diperdagangkan lebih tinggi pada Jumat (20/1/2017) waktu AS, bersamaan dengan inagurasi Presiden ke-45 Amerika Serikat Donald John Trump. Investor mengalihkan semua pandangannya ke Capitol Hill Washington DC.

Melansir dari CNBC, Jumat (20/1), indeks Dow Jones Industrial Average dibuka naik 85 poin atau 0,44% ke 19.819, dengan saham Procter & Gamble dan IBM memberikan kontribusi paling menguntungan.

Sementara itu, indeks S & P 500 naik 10 poin atau 0,47% di level 2.274, dengan saham telekomunikasi yang bertambah lebih tinggi. Dan indeks komposit Nasdaq bertambah 26 poin atau 0,49% ke 5.567.

Donald Trump yang mengambil sumpah jabatan pada pukul 11:30 ET, membuat perhatian investor tertuju untuk mendengarkan pidato resminya. Wall Street sendiri telah mengambil reli sejak kemenangan Trump pada pemilu November tahun lalu. Kebijakan pajak perusahaan yang lebih rendah, deregulasi di beberapa sektor, dan peningkatan belanja pemerintah menjadi pemicunya.

“Saham (AS) telah meningkat meski sebulan terakhir sideways karena investor mencari rincian lebih lanjut tentang kebijakan yang diusulkan Trump. Dan pasar sekarang sedang mengharapkan kebijakan itu. Dan kita bisa memulai reli dari sini,” kata Jeff Zipper, direktur investasi di Private Client Reserve of US Bank.

Kepala analis pasar di Think Markets, Naeem Aslam mengatakan administrasi Trump harus mulai memberikan harapan agar pasar saham tetap pada level saat ini bahkan bisa menjadi lebih besar. “Investor kini tidak lagi memantau kata-katanya namun tindakan yang sebenarnya,” katanya.

Publik AS pun berharap ekonomi yang lebih kuat dari pemerintahan baru. Selain itu mereka juga menginginkan data ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
3 Alasan Trump Gugat...
3 Alasan Trump Gugat Wall Street Journal dan Rupert Murdoch senilai Rp163 Triliun
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
4 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
4 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
4 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
4 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
5 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved