PHE Minta Tambahan Split ONWJ Usai Kontrak Diteken

Selasa, 24 Januari 2017 - 18:13 WIB
PHE Minta Tambahan Split...
PHE Minta Tambahan Split ONWJ Usai Kontrak Diteken
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) meminta pemerintah menambah porsi bagi hasil produksi (split) pengelolaan Blok Offshore North West Java (ONWJ). Seperti diketahui ONWJ menjadi Wilayah Kerja (WK) pertama yang merubah kontrak bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/PSC) dari skema cost recovery menjadi gross split pada penandatanganan kontrak (18/1) lalu.

Akibat perubahan tersebut masih ada biaya yang belum dikembalikan oleh pemerintah dalam bentuk biaya-biaya aset yang belum dilakukan depresiasi. Direktur Utama PHE Gunung Sardjono Hadi mengatakan, jumlah biaya tersebut sekitar USD453 juta.

Nilainya USD453 juta. Ini dimasukkan usulan kami supaya ada tambahan split agar ini bisa terecover,” ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (24/1/2017).

(Baca Juga: Pertamina Teken Perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Blok ONWJ)

Lebih lanjut dia menyampaikan, perusahaan sudah membahas hal ini dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan SKK Migas. Sayangnya, belum ada kepastian biaya itu akan ditutupi atau tidak.

Perusahaan, kata dia, juga menginginkan apa yang diperoleh di skema PSC Cost Recovery dan Gross Split bisa sama. Sebab, biaya pengembaliannya belum jelas serta PHE berkewajiban membayar tambahan PPn. “PPn tidak lagi di-reimburse. Begitu juga dengan undepreciated cost karena kita fase perpanjangan yang tidak jadi,” katanya.

Dia menambahkan, PHE pada kenyataannya sudah mendapatkan tambahan split sebesar 14,5%. "Jumlah ini membuat bagi hasil PHE lebih besar dari bagian yang diterima oleh pemerintah," pungkasnya.

Perincian tambahan split PHE ONWJ yakni lokasi dikatergorikan offshore dengan kedalaman laut 20-50 meter, sehingga mendapatkan tambahan split 10%, reservoir dengan rata-rata di atas kedalaman 2.500 m, tambahan split 1%, lalu kandungan CO2 5-10 %. Sehingga ONWJ mendapatkan split 0,5 %, serta production phase secondary tambahan split 3%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Tanda Tangani...
SKK Migas Tanda Tangani Kerja Sama Wilayah Kerja Amanah dan Melati
ConocoPhillips Hengkang...
ConocoPhillips Hengkang dari Blok Corridor, Pilih Investasi di Australia
301 Blok Migas Tak Kunjung...
301 Blok Migas Tak Kunjung Beroperasi, Bahlil Ultimatum Siap Cabut Kontrak
Rampungkan Proyek KLD,...
Rampungkan Proyek KLD, PHE ONWJ Berkontribusi 16 MMSCFD
Siap-siap! Kontrak Hulu...
Siap-siap! Kontrak Hulu Migas Bakal Direvisi
SKK Migas Sesuaikan...
SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved