Dwi Sapta Group Merger dengan Dentsu Aegis Network

Rabu, 25 Januari 2017 - 22:18 WIB
Dwi Sapta Group Merger...
Dwi Sapta Group Merger dengan Dentsu Aegis Network
A A A
JAKARTA - Perusahaan agensi periklanan Dwi Sapta Group mengumumkan merger dengan Dentsu Aegis Network. Kesepakatan bergabungnya dua raksasa periklanan itu diharapkan terlaksana pada semester pertama I/2017 dan diprediksi menjadi salah satu merger terbesar dalam sejarah Industri periklanan Indonesia.

CEO & Founder Dwi Sapta Group Adji Watono mengatakan, banyak dari klien lokal saat ini mengekspor produknya ke luar negeri. Pada pelaksanaannya, klien tersebut membutuhkan jaringan global untuk lebih mendukung agenda bisnis. Untuk itu, ujar dia, kini saatnya Dwi Sapta Group yang sudah berdiri selama 35 tahun untuk go international.

“Bergabung dengan Dentsu Aegis Network memungkinkan kita untuk belajar mengenai tool-tool internasional dan bersinergi dengan klien untuk mendorong pertumbuhan regional. Ada penggabungan budaya yang kuat dan kami ingin memulai perjalanan ini bersama-sama,” ujar Adji dalam keterangan persnya, Rabu (25/1/2017).

Bergabungnya Dwi Sapta Group yang merupakan full service advertising agency lokal nomor satu di Indonesia dengan Dentsu yang berkantor pusat di London, diyakini dapat memperkuat posisi Dwi Sapta Group di pasar internasional dan memperkaya sinergi jaringan perusahaan Dentsu Aegis Network yang kini beroperasi di 145 negara di seluruh dunia ini.

Dwi Sapta Group yang berdiri sejak 1981 merupakan agensi lokal terkemuka dan terbesar di Indonesia dengan jumlah karyawan lebih dari 400 orang. Sebagai full service advertising agency, Dwi Sapta Group menawarkan layanan terintegrasi (IMC) dalam bidang advertising, media, riset, PR, digital dan brand activation. Saat ini Dwi Sapta Group menangani sekitar 150 merek pengiklan, dan di antaranya merek-merek ternama di Indonesia yang telah bekerjasama lebih dari satu dekade.

Managing Director Dwi Sapta Group Maya Watono menambahkan, merger antara Dwi Sapta Group dengan Dentsu Aegis Network dilatarbelakangi era globalisasi persaingan di industri periklanan Indonesia yang semakin kompetitif. Dwi Sapta Group, kata dia, harus siap menyikapi perubahan tersebut dan beradaptasi untuk dapat bersaing di pasar internasional.

“Merger yang dilakukan Dwi Sapta Group dengan Dentsu Aegis Network menggabungkan dua group besar periklanan dengan latar belakang yang berbeda, bersinergi untuk tujuan yang lebih besar. The leading local Indonesian advertising agency bergabung dengan The first global communications group born out of Asia,” tambah Maya.

CEO Dentsu Aegis Network Indonesia Harris Thajeb mengatakan, Dwi Sapta adalah group perusahaan advertising independen terbesar di Indonesia dengan layanan full service agency dan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pasar Indonesia.

“Klien mereka terutama berasal dari berbagai industri yang merupakan industri utama dalam perekonomian Indonesia dengan daya beli masyarakat yang kuat. Sosok Pak Adji adalah pemimpin yang sangat dihormati dalam industri periklanan dan media di Indonesia. Berprestasi dan berani berinovasi, serta memiliki prinsip dan komitmen bisnis yang kuat dalam mensukseskan produk-produk kliennya. Kami sangat menantikan untuk bekerja sama dengan Pak Adji, Maya dan tim,” ujar Harris.

CEO Dentsu Aegis Network Asia Tenggara Dick van Motman mengatakan, Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Didukung demografi yang menguntungkan, konsumsi masyarakat yang tinggi dan urbanisasi yang cepat, serta pertumbuhan GDP dan belanja iklan yang baik, Indonesia menjadi pasar prioritas bagi Dentsu Aegis Network.

“Kami berupaya untuk meningkatkan komitmen kami di sini. Tak bisa tidak, kami harus berhadapan dengan Dwi Sapta Group, yang dibangun oleh Pak Adji dan keluarganya. Dengan demikian, menggabungkan kedua kekuatan menjadi pilihan terbaik bagi kami,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PP 28/2024 Dinilai Semakin...
PP 28/2024 Dinilai Semakin Menekan Industri Periklanan
Profesional Industri...
Profesional Industri Periklanan Didapuk Jadi Direktur Pemasaran InJourney
Pelaku Industri Periklanan...
Pelaku Industri Periklanan Keberatan dengan RPP UU Kesehatan
Iklan Rokok Dilarang...
Iklan Rokok Dilarang Total, Ini Respons Pelaku Industri Periklanan
Pengaruhi Industri Kreatif,...
Pengaruhi Industri Kreatif, DPI dan ATVSI Ajukan Usulan RPP Kesehatan
Sineas Ef Loygara Kagum...
Sineas Ef Loygara Kagum dengan Kreativitas Pelaku Industri Periklanan Tanah Air
Berita Terkini
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
26 menit yang lalu
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
57 menit yang lalu
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
2 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
4 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
13 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
13 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved