Wall Street Melemah Karena Ekonomi Kuartal IV 2016 Jeblok

Sabtu, 28 Januari 2017 - 08:46 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah Karena Ekonomi Kuartal IV 2016 Jeblok
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street pada Jumat, (27/1/2017) waktu AS berakhir melemah setelah data pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2016 hanya 1,9%, jatuh dari perkiraan.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 7,13 poin atau 0,04% menjadi 20.093,78, dengan saham Chevron dan Goldman Sachs mengalami koreksi tajam. Saham Chevron tekor setelah hasil kuartalan perusahaan yang mengecewakan.

Melansir dari CNBC, Sabtu (28/1), indeks S & P 500 tergelincir 1,99 poin atau 0,09% ke level 2.294,69, akibat menurunnya saham energi dan saham real estat. Sedangkan indeks Nasdaq ditutup naik tipis 5,61 poin atau 0,1% ke 5.660,78.

Departemen Perdagangan AS mengeluarkan data pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2016 yang melambat lebih dari perkiraan, salah satunya karena melemahnya pengiriman kedelai untuk ekspor. Dan secara tahunan, pertumbuhan ekonomi AS pada 2016 hanya mampu tumbuh 1,6%, terlemah sejak tahun 2011.

Kepala Strategi Investasi di State Street Global Advisors, Michael Arone mengatakan, data pertumbuhan domestik bruto yang dilansir kembali menegaskan bahwa ekonomi AS terjebak dalam kisaran tidak lebih dari 2%.

“Kita semua sudah tahu ekonomi AS terjebak dalam kisaran pertumbuhan sebesar itu. Kini pasar melihat ke depan untuk kebijakan fiskal dalam rangka meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Konsumen, pebisnis, dan investor di Amerika kini mengalihkan perhatian kepada kebijakan Presiden Donald Trump. Pasar saham AS telah reli panjang sejak kemenangan Trump pada 8 November, dimana Trump akan melakukan pemotongan pajak perusahaan, belanja fiskal yang lebih tinggi, dan deregulasi di sejumlah sektor.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
25 menit yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
1 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
1 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
2 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
2 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved