Indeks S&P Jatuh Lagi untuk Hari Keempat Berturut-turut

Rabu, 01 Februari 2017 - 08:06 WIB
Indeks S&P Jatuh Lagi...
Indeks S&P Jatuh Lagi untuk Hari Keempat Berturut-turut
A A A
NEW YORK - Indeks S&P 500 jatuh lagi untuk sesi keempat berturut-turut, terimbas sektor sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi di tengah pendapatan emiten yang mengecewakan dan keprihatinan atas prioritas pemerintahan Donald Trump.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/2/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 107,04 poin atau 0,54% ke level 19.864,09, Indeks S&P 500 kehilangan 2,03 poin atau 0,09% ke level 2.278,87 dan Nasdaq Composite naik 1,07 poin atau 0,02% ke level 5.614,79.

Sektor teknologi dan keuangan merupakan sektor yang membebani paling berat pada Indeks S&P 500, sementara sektor kesehatan membantu mengurangi kerugian dan indeks ditutup jauh dari sesi rendah.

Indeks NYSE Arca Farmasi naik 1,3%, Indeks itu tidak berubah dari 8 November tahun lalu saat pemilihan penutupan Senin, setelah naik lebih dari 6% pada satu titik. Namun, beberapa khawatir bahwa fokus Trump tidak pada isu-isu yang memicu kenaikan pasar setelah terpilih, seperti reformasi pajak dan stimulus fiskal.

Indeks S&P 500 membukukan penurunan keempat berturut-turut, beruntun terpanjang sejak sebelum pemilu. Namun, tiga indeks berakhir lebih tinggi, dengan kenaikan 4,3% pada Nasdaq yang terbesar sejak Juli.

Perusahaan pengiriman paket UPS (UPS.N) turun 6,8% menjadi USD109,13, dan paling berat pada sektor industri, setelah membukukan kerugian kuartalan dan mengeluarkan setahun penuh dari perkiraan laba yang meleset dari harapan.

Sektor Industrials yang decliners terbesar hari ini di antara sektor S&P 500 sektor. Saham Under Armour (UA.N) kehilangan hampir seperempat dari nilai pasar, turun 23,4% menjadi USD19,22.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
8 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
9 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
10 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
11 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
11 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved