Wall Street Dibuka Menguat Berkat Kenaikan Data Tenaga Kerja AS
Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:01 WIB
Wall Street Dibuka Menguat Berkat Kenaikan Data Tenaga Kerja AS
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Jumat (2/3/2017) waktu AS. Tingginya Wall Street berkat data nonfarm payrolls AS bulan Januari yang lebih baik.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 88,67 poin atau 0,45% ke level 19.973,58. Dan indeks S & P 500 juga bertambah 8,1 poin atau 0,35% pada level 2.288,95 dan Nasdaq meningkat 13,86 poin atau 0,25% pada posisi 5.650,06.
Mengutip dari Reuters, Jumat (2/3), Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan data pekerjaan pada Januari mencapai 227.000 pekerja lebih tinggi dari perkiraan para ekonom, yang memprediksi sebesar 175.000 pekerja. Kebijakan Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan konstruksi dan manufaktur berhasil menyerap tenaga kerja.
Tingginya data tenaga kerja ini selaras dengan kenaikan upah per jam pekerja di AS, yang meningkat 0,1%. Alhasil tingkat pengangguran pun menurun ke level 4,8%.
Ketua Federal Reserve di Chicago Charles Evans mengatakan kebijakan fiskal di bawah Trump yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pekerja membuat bank sentral harus menaikkan suku bunga secara bertahap.
Adapun Trump bersiap mengeluarkan perintah eksekutif menyerukan Departemen Keuangan AS untuk memutar kembali Dodd Frank Act, undang-undang reformasi keuangan yang disahkan di tengah krisis keuangan 2008.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 88,67 poin atau 0,45% ke level 19.973,58. Dan indeks S & P 500 juga bertambah 8,1 poin atau 0,35% pada level 2.288,95 dan Nasdaq meningkat 13,86 poin atau 0,25% pada posisi 5.650,06.
Mengutip dari Reuters, Jumat (2/3), Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan data pekerjaan pada Januari mencapai 227.000 pekerja lebih tinggi dari perkiraan para ekonom, yang memprediksi sebesar 175.000 pekerja. Kebijakan Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan konstruksi dan manufaktur berhasil menyerap tenaga kerja.
Tingginya data tenaga kerja ini selaras dengan kenaikan upah per jam pekerja di AS, yang meningkat 0,1%. Alhasil tingkat pengangguran pun menurun ke level 4,8%.
Ketua Federal Reserve di Chicago Charles Evans mengatakan kebijakan fiskal di bawah Trump yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pekerja membuat bank sentral harus menaikkan suku bunga secara bertahap.
Adapun Trump bersiap mengeluarkan perintah eksekutif menyerukan Departemen Keuangan AS untuk memutar kembali Dodd Frank Act, undang-undang reformasi keuangan yang disahkan di tengah krisis keuangan 2008.
(ven)
Lihat Juga :