Wall Street Naik 2% Berkat Menguatnya Data Pekerja AS
Sabtu, 04 Februari 2017 - 07:49 WIB
Wall Street Naik 2% Berkat Menguatnya Data Pekerja AS
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street melanjutkan reli pada penutupan perdagangan Jumat (3/2/2017) waktu AS, dengan bertambah 2% berkat laporan data tenaga kerja Amerika yang lebih tinggi dari perkiraan.
Mengutip dari CNBC, Sabtu (4/2/2017), indeks Dow Jones Industrial Average naik 186,55 poin atau 0,94% ke level 20.071,46. Adapun indeks S & P 500 meningkat 16,57 poin atau 0,73% menjadi 2.297 dan Nasdaq bertambah 30,57 poin alias 0,54% ditutup ke posisi 5.666,77.
Menguatnya Dow Jones dengan lebih dari 180 poin merupakan rekor tertinggi sejauh tahun 2017 berjalan. Melonjaknya bursa saham AS tidak lepas dari menguatnya data pekerjaan Negeri Paman Sam.
Biro Tenaga Kerja AS pada Jumat kemarin mengumumkan data pekerjaan AS bulan Januari 2017 mencapai 227.000 pekerja dan tingkat pengangguran berada di level 4,8%. Hasil ini lebih tinggi dari perkiraan banyak pengamat di AS, dimana mereka memprediksi data pekerja hanya tumbuh 175.000 dan tingkat pengangguran berada di level 5%.
Sementara itu, upah rata-rata per jam di AS naik 2,5% dibanding Desember tahun lalu. Meski demikian rata-rata jam kerja di Amerika masih tidak berubah yaitu 34,4 jam dalam seminggu.
“Ini lebih baik dari yang diharapkan dan lebih baik dari gaji swasta,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities. Dan data ini membuat Federal Reserve akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter untuk memilih apakah tetap mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
Laporan membaiknya data pekerja AS merupakan yang pertama sejak Presiden Donald Trump menjabat pada 20 Januari. Hal ini selaras dengan janji Trump selama kampanye untuk memperbaiki ekonomi AS yang jeblok era Barack Obama. Trump bertekad meningkatkan jumlah tenaga kerja melalui peningkatan industri manufaktur dan infrastruktur.
Mengutip dari CNBC, Sabtu (4/2/2017), indeks Dow Jones Industrial Average naik 186,55 poin atau 0,94% ke level 20.071,46. Adapun indeks S & P 500 meningkat 16,57 poin atau 0,73% menjadi 2.297 dan Nasdaq bertambah 30,57 poin alias 0,54% ditutup ke posisi 5.666,77.
Menguatnya Dow Jones dengan lebih dari 180 poin merupakan rekor tertinggi sejauh tahun 2017 berjalan. Melonjaknya bursa saham AS tidak lepas dari menguatnya data pekerjaan Negeri Paman Sam.
Biro Tenaga Kerja AS pada Jumat kemarin mengumumkan data pekerjaan AS bulan Januari 2017 mencapai 227.000 pekerja dan tingkat pengangguran berada di level 4,8%. Hasil ini lebih tinggi dari perkiraan banyak pengamat di AS, dimana mereka memprediksi data pekerja hanya tumbuh 175.000 dan tingkat pengangguran berada di level 5%.
Sementara itu, upah rata-rata per jam di AS naik 2,5% dibanding Desember tahun lalu. Meski demikian rata-rata jam kerja di Amerika masih tidak berubah yaitu 34,4 jam dalam seminggu.
“Ini lebih baik dari yang diharapkan dan lebih baik dari gaji swasta,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities. Dan data ini membuat Federal Reserve akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter untuk memilih apakah tetap mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
Laporan membaiknya data pekerja AS merupakan yang pertama sejak Presiden Donald Trump menjabat pada 20 Januari. Hal ini selaras dengan janji Trump selama kampanye untuk memperbaiki ekonomi AS yang jeblok era Barack Obama. Trump bertekad meningkatkan jumlah tenaga kerja melalui peningkatan industri manufaktur dan infrastruktur.
(ven)
Lihat Juga :