Wartawan Harus Menjadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Kamis, 09 Februari 2017 - 20:04 WIB
Wartawan Harus Menjadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Nasional
A
A
A
AMBON - Pers Indonesia telah berlangsung lama, jauh sebelum masa kemerdekaan. Dan beberapa tokoh nasional pun banyak berkecimpung di dunia pers, diantara Wakil Presiden ke-3 Indonesia, Adam Malik Batubara.
Dan seiring dengan Hari Pers Nasional 2017 yang jatuh hari ini dan dipusatkan di Kota Ambon, Maluku, pers nasional diharapkan kembali jadi agen pembangunan.
Untuk itu, pelaku usaha sektor kelapa sawit mendukung program peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan di Indonesia. Sehingga pers nasional bisa menjadi instrumen pendukung pengembangan usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukungan peningkatan profesionalisme wartawan ini dituangkan dalam MoU GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) dengan PWI. Dalam MoU tersebut, GAPKI mendukung kegiatan uji kompetensi bagi wartawan yang dilakukan di lima kota sepanjang tahun 2017.
"Kami insan pers akan memberikan perhatian khusus dan mendukung bisnis yang menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Salah satunya sektor kelapa sawit," kata Ketua Umum PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Margiono dalam sambutannya, Kamis (9/2/2017).
Selain GAPKI, sektor dunia usaha lainnya juga memberikan dukungan yang sama, termasuk dari Presiden Joko Widodo. Dan ditemui usai acara, Ketua GAPKI Joko Supriyono mengakui peran penting insan pers dalam pembangunan negeri. "Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pers merupakan bagian penting dalam memajukan industri sawit nasional dan ekonomi bangsa," ucap Supriyono.
Ia menambahkan bahwa GAPKI akan memberikan komitmen penuh dalam pengembangan kompetensi wartawan di seluruh indonesia. Dan sesuai arahan Presiden Jokowi agar tidak ada lagi berita hoax, Supriyono berharap berita hoax di sektor kelapa sawit juga dapat terkikis.
Dan seiring dengan Hari Pers Nasional 2017 yang jatuh hari ini dan dipusatkan di Kota Ambon, Maluku, pers nasional diharapkan kembali jadi agen pembangunan.
Untuk itu, pelaku usaha sektor kelapa sawit mendukung program peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan di Indonesia. Sehingga pers nasional bisa menjadi instrumen pendukung pengembangan usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukungan peningkatan profesionalisme wartawan ini dituangkan dalam MoU GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) dengan PWI. Dalam MoU tersebut, GAPKI mendukung kegiatan uji kompetensi bagi wartawan yang dilakukan di lima kota sepanjang tahun 2017.
"Kami insan pers akan memberikan perhatian khusus dan mendukung bisnis yang menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Salah satunya sektor kelapa sawit," kata Ketua Umum PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Margiono dalam sambutannya, Kamis (9/2/2017).
Selain GAPKI, sektor dunia usaha lainnya juga memberikan dukungan yang sama, termasuk dari Presiden Joko Widodo. Dan ditemui usai acara, Ketua GAPKI Joko Supriyono mengakui peran penting insan pers dalam pembangunan negeri. "Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pers merupakan bagian penting dalam memajukan industri sawit nasional dan ekonomi bangsa," ucap Supriyono.
Ia menambahkan bahwa GAPKI akan memberikan komitmen penuh dalam pengembangan kompetensi wartawan di seluruh indonesia. Dan sesuai arahan Presiden Jokowi agar tidak ada lagi berita hoax, Supriyono berharap berita hoax di sektor kelapa sawit juga dapat terkikis.
(ven)
Lihat Juga :