Kadernya Dibentak, Hanura Minta Freeport Pecat Chappy Hakim

Kamis, 09 Februari 2017 - 22:35 WIB
Kadernya Dibentak, Hanura...
Kadernya Dibentak, Hanura Minta Freeport Pecat Chappy Hakim
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Hanura di DPR meminta manajemen pusat PT Freeport untuk memecat Chappy Hakim dari jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Pasalnya, tindakan kasar Chappy Hakim kepada Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Hanura Mukhtar Tompo dinilai sangat memalukan.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura di DPR Dadang Rusdiana mengatakan, fraksinya memprotes keras tindakan Chappy Hakim yang menunjuk dada Mukhtar Tompo dengan keras sambil membentak. Adapun insiden itu terjadi sekitar pukul 15.10 WIB setelah rapat dengar pendapat umum Komisi VII DPR bersama 12 perusahaan tambang yang digelar tertutup.

Selain memalukan, kata Dadang, tindakan Chappy Hakim itu tidak pantas dilakukan. "Maka Fraksi Hanura menyatakan protes keras dan meminta manajemen pusat PT Freeport segera memecat Chappy Hakim dari jabatan presiden direktur, karena sudah menunjukan tindakan yang sangat memalukan," kata Dadang dalam keterangan persnya, Kamis (9/2/2017).

Baca: Gara-gara Kritikan, Anggota DPR Dibentak Bos Freeport

Disamping itu, Fraksi Partai Hanura mendesak PT Freeport meminta maaf kepada bangsa Indonesia dan institusi DPR. Karena tindakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) terhadap Mukhtar Tompo dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap Parlemen dan rakyat Indonesia.

Kata Dadang, setiap pernyataan anggota DPR dalam rapat-rapat dijamin dan dilindungi oleh Undang-undang. Selain itu, Chappy Hakim didesak segera meminta maaf kepada Mukhtar Tompo secara pribadi dan kepada institusi DPR secara kelembagaan.

"Demikian juga Fraksi Hanura akan mengambil langkah-langkah hukum maupun politik atas tindakan kasar yang dilakukan Chappy Hakim sebagai Presdir Freeport terhadap saudara Mukhtar Tompo, anggota Fraksi Hanura Komisi VII," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
24 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved