Woodland Park Residence Terapkan Konsep Eco Living

Selasa, 14 Februari 2017 - 20:09 WIB
Woodland Park Residence...
Woodland Park Residence Terapkan Konsep Eco Living
A A A
JAKARTA - Gaya hidup ramah lingkungan menjadi tren yang diadaptasi kaum urban. Meski tinggal di perkotaan, mereka tetap ingin menerapkan konsep eco living dalam kehidupan sehari hari, terlebih bagi yang bertempat tinggal di apartemen.

Menjaga eco living atau menjaga ekosistem hidup merupakan cara kita mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup harmonis dan selaras dengan keseimbangan lingkungan hidup tempat tinggal. Karena itu, pemahaman eco living sangat bermanfaat.

Konsep eco living menjadi pilihan untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan khususnya di hunian vertikal. Konsep ini diterapkan Daniland melalui PT Pardika Wisthi Sarana di apartemen Woodland Park Residence yang dikembangkan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana Achmad Setiadi mengatakan, Woodland Park Residence yang memiliki perpaduan ideal antara tempat tinggal, perkantoran dan area komersial berkembang. "Apartemen ini dirancang lebih hemat energi, hemat pemakaian air, dan menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan," kata dia dalam rilisnya, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Woodland Park Residence merupakan hunian vertikal yang dikembangkan di atas lahan seluas 3,2 Ha, terdiri dari empat tower apartemen siap huni dan satu tower condotel mengusung konsep hijau yang diimplementasikan dengan menyediakan ruang terbuka hijau hingga 80% dari luas total area.

Konsep eco living yang dihadirkan PT Pardika Wisthi Sarana dalam bentuk arsitektur dan interior berupa desain yang mengutamakan keseimbangan alam dan lingkungan. Ini menjadi investasi yang sangat menjanjikan baik untuk saat ini maupun masa mendatang.

Desain Woodland Park Residence diatur sedemikian rupa agar sirkulasi udara dan cahaya bisa mendukung kesehatan penghuni dan meminimalisasi penggunaan alat-alat elektronik contohnya kaca yang digunakan dapat me-reduce panas sampai 30%. Sehingga, dapat mengurangi beban pendingin ruangan.

Selain itu, material bahan bangunan yang digunakan juga ramah lingkungan bebas zat kimia berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Seperti penggunaan cat "water base" Non Volatile Organic Compounds, penggunaan pipa berbahan tidak beracun, tahan karat, tidak berbau serta anti lemak yang terpisah untuk kebutuhan air bersih, air kotor, drain kitchen/air kotor dapur bahkan air buangan mesin cuci sudah ada pipa khusus.

"Sehingga tidak perlu menggeser-geser unit mesin cuci ke area toilet serta penggunaan kabel anti api (fire resistant cable) untuk mencegah timbulnya percikan api saat terjadi korsleting listrik," tutur dia.

Konsep reuse dan recycle pun digunakan Woodland Park Residence dalam sistem pengolahan air bersih, selain mengandalkan sumur resapan juga menggunakan Water Treatment Plant (WTP) yang menghasilkan air bersih berkualitas di atas PDAM.

"Sertifikasi Sucofindo dan Palyja yang kami terima ini membuktikan Woodland Park Residence telah berhasil mengedepankan tidak hanya lingkungan hijau. Namun, pola hidup hijau juga yang semuanya itu untuk kenyamanan penghuni," ujar Setiadi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
11 menit yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
20 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
24 menit yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Infografis
Jelang Lebaran 2024,...
Jelang Lebaran 2024, Kereta Cepat Whoosh Terapkan Tarif Dinamis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved