BI: USD Punya Keistimewaan yang Tak Dimiliki Mata Uang Lain

Sabtu, 18 Februari 2017 - 18:25 WIB
BI: USD Punya Keistimewaan...
BI: USD Punya Keistimewaan yang Tak Dimiliki Mata Uang Lain
A A A
BANDUNG - Bank Indonesia (BI) menyatakan, mata uang dolar Amerika Serikat (USD) memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki mata uang negara lainnya. Hal ini lantaran USD merupakan mata uang yang dipakai seluruh dunia (hard currency).

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Yoga Affandi mengungkapkan, jika volatilitas terjadi pada USD maka investor akan tetap berminat untuk memiliki surat utang mereka. Apapun yang terjadi pada AS, kata dia, investor akan tetap tertarik memegang dolar.

"Kita enggak punya luxury seperti US, exorbitant privilege nerbitin surat utang yang dipegang saat krisis. Apapun yang terjadi orang tetap pegang USD," katanya dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi di Bandung, Sabtu (18/2/2017).

Sementara rupiah, katanya, tak memiliki keistimewaan yang dimiliki USD. Jika ekonomi Indonesia krisis, maka investor akan berbondong-bondong cabut dari Indonesia (capital outflow) dan menyebabkan rupiah melorot. "Rupiah bukan hard currency, China pun belum jadi hard currency," imbuh dia.

Karena itu, Yoga menilai bahwa Indonesia perlu menjaga fundamental ekonomi Indonesia agar tetap baik sehingga nilai tukar rupiah tidak selalu bergejolak. Beruntungnya, otoritas fiskal dan moneter yang ada di Indonesia selalu mengambil kebijakan yangh hati-hati (prudent) agar rupiah tidak selalu mengalami volatilitas.

"Sekarang fiskal juga jauh lebih prudent, target jauh lebih realistis, jadi enggak over confident dan malah under achievment. Ini yang akan menjadi kekuatan kita untuk bisa mengatasi berbagai macam volatilitas. Uang bisa keluar masuk tapi ketika fundamental baik kami yakin kurs bisa cukup terjaga," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
23 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved