Right Issue, Saham PP Properti Ditaksir Rp300/Lembar

Senin, 27 Februari 2017 - 10:45 WIB
Right Issue, Saham PP...
Right Issue, Saham PP Properti Ditaksir Rp300/Lembar
A A A
JAKARTA - Setelah melaksanakan right issue, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) kembali hendak melaksanakan rencana aksi korporasi yaitu injeksi dana ke salah satu anak usahanya, PT PP Properti Tbk (PPRO) kira-kira sebesar Rp1 triliun dari kas internalnya sebelum right issue. Porsi publik dalam rights issue PPRO ini diperkirakan sekitar Rp500 miliar.

Dana segar ini akan membuat PPRO mampu melakukan ekspansi dan mempertahankan tingkat pertumbuhannya ke depan. Perusahaan telah mencatat pertumbuhan pendapatan sampai dengan 42,8% menjadi Rp2,1 triliun pada 2016.

Selain itu, laba bersih meningkat 22% menjadi Rp365,4 miliar pada tahun 2016. PPRO juga berhasil mencatat marketing sales sebesar Rp25 triliun, naik 25% lebih tinggi daripada rata-rata industri. Sementara, tahun ini PPRO telah mentargetkan marketing sales akan naik 45% menjadi Rp3,5 triliun.

“Kami membutuhkan Rp1,5 triliun, sementara jumlah lembar saham akan mengikuti saja. Bisa jadi akhirnya nanti hanya Rp5 miliar lembar saja yang dikeluarkan karena permintaan investor tinggi,” ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PPRO Indaryanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (27/2/2017).

Dengan demikian, harga right issue PPRO diperkirakan berada di kisaran Rp300/saham. “Pada saat ini PPRO sudah diminati oleh banyak investor, termasuk investor asing. Ini saya dapat ketika kami melakukan roadshow-roadshow,” kata Indaryanto.

Sementara, BNI Securities pada 22 November 2016 telah menerbitkan riset PPRO. Analis BNI Securities Maxi Liesyaputra dalan riset tersebut memberikan rekomendasi hold dengan harga target Rp1.420 sebelum stock split atau Rp355/saham setelah stock split. Riset ini menyebutkan katalis untuk PPRO adalah strategi PPRO yang fokus pada konsumen di segmen menengah dan lokasi di area yang padat penduduk.

Menurut prospektus ringkas yang dirilis perusahaan, sebesar 70% dana rights issue digunakan untuk investasi pengembangan usaha atau sekitar Rp1,05 triliun, 20% untuk modal kerja atau sekitar Rp300 miliar, dan 10% untuk pembayaran sebagian besar utang atau sekitar Rp150 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PP Properti Optimis...
PP Properti Optimis Raih Pendapatan Rp3 Triliun
PT PP Garap Proyek IPAL...
PT PP Garap Proyek IPAL di Palembang
PT PP Catat Kontrak...
PT PP Catat Kontrak Baru Senilai Rp11,24 Triliun
PT PP Rombak Susunan...
PT PP Rombak Susunan Pengurus Dua Anak Perusahaan
PT PP Garap Proyek PLTMG...
PT PP Garap Proyek PLTMG 140 MW di Barito Utara
PT PP Raih Penghargaan...
PT PP Raih Penghargaan Marketing Terbaik
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
1 jam yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
2 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
3 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
3 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
12 jam yang lalu
Infografis
Saham GOTO Malah Anjlok...
Saham GOTO Malah Anjlok setelah Diguyur TikTok Rp23 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved