Wall Street Lebih Rendah di Tengah Pelemahan Sektor Keuangan

Jum'at, 03 Maret 2017 - 08:49 WIB
Wall Street Lebih Rendah...
Wall Street Lebih Rendah di Tengah Pelemahan Sektor Keuangan
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir lebih rendah, dipimpin kejatuhan sektor keuangan. Sedangkan lemahnya saham Caterpillar, juga memberikan sentimen negatif.

Tercatat saham Ulat (CAT. N) turun mencapai 4,3% di level USD94,36, untuk menjadi hambatan terbesar di Dow Jones dan memberikan efek negatif kepada indeks S&P 500. Dalam sebuah pernyataan setelah penutupan bursa saham AS, catatan negatif Caterpillar kemungkinan terkait dengan penyelidikan Internal Revenue Service pada keuntungan yang diperoleh oleh anak perusahaan di Swiss.

Di sisi lain sektor keuangan menyebabkan penurunan sektor S&P 500 dengan persentase kemerosotan harian terbesar sejak 30 Januari. Indeks keuangan S&P jatuh mencapai 1,5% sehingga memberikan tekanan cukup besar.

Sementara saham perbankan melonjak di tengah peningkatan harapan bahwa The Fed atau Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan bulan ini. Nasdaq memiliki hari terbaik sejak pemilihan presiden bulan November, lalu.

Saham Snap Inc (SNAP. N), induk perusahaan dari Snapchat, naik 44% menjadi USD24,48. Pada hari pertama perdagangan saham dibuka pada level USD24 di atas harga IPO sebesar USD17 dan hampir melepas 217 juta saham pada debut perdagangan.

Dow Jones Industrial Average (DJI) mengalami kejatuhan 112,58 poin atau 0,53% untuk berakhir di 21.002,97, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 14,04 poin atau 0,59% ke level 2.381,92. Komposit Nasdaq turun 42,81 poin atau 0,73% ke posisi 5.861,22.

S & P 500 kehilangan mencapai 11,3% sejak pemilihan presiden tanggal 8 November, lalu. Sekitar 7,4 miliar saham diperdagangkan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harian 6,9 miliar dalam 20 seai menurut data perdagangan Thomson Reuters.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
40 menit yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
51 menit yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
1 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
2 jam yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
11 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved