Wall Street Ditutup Rendah Imbas Anjloknya Harga Minyak
Kamis, 09 Maret 2017 - 09:25 WIB
Wall Street Ditutup Rendah Imbas Anjloknya Harga Minyak
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat sebagian ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu AS, karena investor mencermati anjloknya harga minyak dan sedang mencerna data ketenagakerjaan. Hal terakhir ini menjadi acuan bagi bank sentral Amerika, The Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan ini.
Melansir dari CNBC, Kamis (9/3/2017), indeks Dow Jones Industrial Average turun 69,03 poin atau 0,33% menjadi 20.855,73, disebabkan oleh melemahnya saham Caterpillar dan Chevron. Sementara kenaikan saham Wal-Mart tidak mampu untuk mendorong Dow Jones.
Indeks S & P 500 turun 5,41 poin atau 0,23% menjadi 2.362,98, dengan tujuh sektor saham energi berakhir lebih rendah. Namun Nasdaq naik 3,62 poin atau 0,06% ke level 5.837,55.
Harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate turun 5,38% ke posisi USD50,28 per barel, setelah data Administrasi Informasi Energi menunjukkan persediaan naik 8,2 juta barel pada pekan lalu.
"Laporan itu tentu negatif dalam jangka pendek," kata Tamar Essner, analis energi di Nasdaq. "Jika anda seorang investor saham di AS, anda tidak akan ingin menempatkan uang untuk energi karena persediaan sangat penting pada saat ini."
Essner menambahkan bahwa komentar yang dibuat pejabat Arab Saudi awal pekan ini untuk menurunkan produksi telah menekan komoditas.
Sementara, Presiden dan Pendiri Titus Wealth Management Eric Aanes mengatakan harga keseimbangan bagi minyak saat ini di level USD45-USD55 per barel. “Saya pribadi ingin harga lebih tinggi tapi pembatasan beberapa peristiwa politik Timur Tengah membuatnya jadi terbatas”.
Dari sektor domestik, data pekerja di Amerika menurut ADP dan Moody’s naik menjadi 298.000 pada Februari lalu, jauh di atas perkiraan Reuters sebanyak 190.000. Laporan ini mencakup bulan pertama pemerintahan Presiden Donald Trump, yang telah berjanji membangun kembali AS dengan perbaikan infrastruktur dan penyerapan tenaga kerja.
Adapun laporan non-farm payrolls pemerintah AS akan dirilis pada Jumat besok. Dan The Fed dijadwalkan melakukan pertemuan pekan depan untuk menentukan pengetatan kebijakan moneter.
Melansir dari CNBC, Kamis (9/3/2017), indeks Dow Jones Industrial Average turun 69,03 poin atau 0,33% menjadi 20.855,73, disebabkan oleh melemahnya saham Caterpillar dan Chevron. Sementara kenaikan saham Wal-Mart tidak mampu untuk mendorong Dow Jones.
Indeks S & P 500 turun 5,41 poin atau 0,23% menjadi 2.362,98, dengan tujuh sektor saham energi berakhir lebih rendah. Namun Nasdaq naik 3,62 poin atau 0,06% ke level 5.837,55.
Harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate turun 5,38% ke posisi USD50,28 per barel, setelah data Administrasi Informasi Energi menunjukkan persediaan naik 8,2 juta barel pada pekan lalu.
"Laporan itu tentu negatif dalam jangka pendek," kata Tamar Essner, analis energi di Nasdaq. "Jika anda seorang investor saham di AS, anda tidak akan ingin menempatkan uang untuk energi karena persediaan sangat penting pada saat ini."
Essner menambahkan bahwa komentar yang dibuat pejabat Arab Saudi awal pekan ini untuk menurunkan produksi telah menekan komoditas.
Sementara, Presiden dan Pendiri Titus Wealth Management Eric Aanes mengatakan harga keseimbangan bagi minyak saat ini di level USD45-USD55 per barel. “Saya pribadi ingin harga lebih tinggi tapi pembatasan beberapa peristiwa politik Timur Tengah membuatnya jadi terbatas”.
Dari sektor domestik, data pekerja di Amerika menurut ADP dan Moody’s naik menjadi 298.000 pada Februari lalu, jauh di atas perkiraan Reuters sebanyak 190.000. Laporan ini mencakup bulan pertama pemerintahan Presiden Donald Trump, yang telah berjanji membangun kembali AS dengan perbaikan infrastruktur dan penyerapan tenaga kerja.
Adapun laporan non-farm payrolls pemerintah AS akan dirilis pada Jumat besok. Dan The Fed dijadwalkan melakukan pertemuan pekan depan untuk menentukan pengetatan kebijakan moneter.
(ven)
Lihat Juga :