Data Nonfarm Payroll AS Bulan Februari Tumbuh 235.000

Sabtu, 11 Maret 2017 - 08:11 WIB
Data Nonfarm Payroll...
Data Nonfarm Payroll AS Bulan Februari Tumbuh 235.000
A A A
WASHINGTON - Janji Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meningkatkan tenaga kerja, terlihat terus berjalan. Mengembalikan kembali perekonomian AS yang berantakan di masa Barack Obama. Hal ini terlihat dari data nonfarm payroll AS bulan Februari, yang melampaui ekspektasi banyak pihak dan membuat upah lebih tinggi.

Melansir dari Reuters, Sabtu (11/3/2017), data nonfarm payroll bulan Februari 2017 meningkat sebesar 235.000 pekerja, dengan sektor konstruksi mencatat kenaikan terbesar hampir 10 tahun. Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat kemarin waktu Amerika, menyatakan data Februari ini lebih tinggi dari bulan Januari sebanyak 227.000 pekerja. Adapun pada Desember 2016, data pekerja hanya tumbuh 157.000 orang.

Pencapaian data nonfarm payroll AS sebanyak 235.000 membuat The Fed diharapkan segera menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan 14-15 Maret mendatang. Apalagi Ketua The Fed Janet Yellen pada pekan lalu sudah mengisyarakatkan bank sentral akan menaikkan suku bunga dengan melihat data ekonomi AS yang solid.

Ketua Fed Janet Yellen mengisyaratkan pekan lalu bahwa bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku pada pertemuan kebijakan 14-15 Maret nya.

“Laporan itu (data nonfarm payroll) itu segel kesepakatan untuk kenaikan suku bunga pekan depan. Pasar tenaga kerja adalah salah satu harapan The Fed agar itu terjadi,” kata Gus Faucher, wakil kepala ekonom di PNC Financial di Pittsburgh.

Kenaikkan data tenaga kerja ini diikuti oleh pertumbuhan upah, dengan penghasilan per jam rata-rata naik 6 sen atau 0,2%. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,7%, dimana sekarang lebih banyak orang bekerja dari pada hanya mencari kerja. Peningkatan data tenaga kerja di era Trump ini telah meruntuhkan perkiraan para ekonom, yang hanya menaksir akan meningkat 190.000 pekerjaan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Dibuka Tergelincir...
Wall Street Dibuka Tergelincir Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS
Wall Street Dibuka Variatif...
Wall Street Dibuka Variatif Saat Pasar Terbebani Data Tenaga Kerja AS
Klaim Tunjangan Pengangguran...
Klaim Tunjangan Pengangguran di AS Melonjak Cetak Rekor Baru dalam Dua Bulan
Pulihkan Ekonomi, Sektor...
Pulihkan Ekonomi, Sektor Pariwisata Jadi Perhatian
Ekonomi Hijau Bisa Serap...
Ekonomi Hijau Bisa Serap 2,2 Juta Tenaga Kerja hingga 2060
Data Tenaga Kerja AS...
Data Tenaga Kerja AS Bisa Bikin The Fed Makin Agresif, Wall Street Tumbang
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
7 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved