The Fed Tak Punya Pilihan selain Naikkan Suku Bunga AS
Senin, 13 Maret 2017 - 10:32 WIB
The Fed Tak Punya Pilihan selain Naikkan Suku Bunga AS
A
A
A
NEW YORK - Para pelaku melihat hampir tak terelakkan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan AS pada tengah pekan ini, setelah pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil positif. Pasar memperkirakan harapan investor secara keseluruhan kemungkinan 100% bakal naik dalam waktu dekat.
Seperti dilansir Senin (13/3/2017) jika benar terjadi, maka ini menjadi ketiga kalinya dalam satu dekade bahwa Bank Sentral AS menaikkan suku bunga. Para analis mengatakan, kemungkinan The Fed bakal mendongkrak suku bunga pada akhir pekan, ketika angka pertumbuhan tenaga kerja lebih baik pada bulan Februari.
Menurut Bureau of Labor Statistics, pengusaha AS telah menambahkan sekitar 235.000 pekerjaan baru, melebihi perkiraan ekonom. Sementara pada pekan lalu, Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengatakan, bank sentral bisa menaikkan suku bunga pada Maret ketika angka-angka data inflasi dan ketenagakerjaan memenuhi harapan.
Fed meningkatkan suku bunga dari posisi terendah sejak krisis keuangan, dengan berada pada kisaran 0,5% menjadi 0,75% di bulan Desember. Para pelaku pasar memprediksi kenaikan suku bunga berada di antara 98% hingga 100%, menurut data Bloomberg.
"Tingkat (probabilitas) ini tak terelakkan, karena pada dasarnya suku bunga harus naik minggu depan di tengah harapan tinggi pasar," jelas Direktur Riset City Index Kathleen Brooks.
Kepala Ekonom AS di Capital Economics Paul Ashworth mengatakan, jumlah tenaga kerja yang bertambah pada bulan Februari akan menghapus keraguan bahwa Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga pekan depan. "Pasar tenaga kerja seperti yang diinginkan Fed, bakal ada kesepakatan untuk tingkat kenaikan minggu depan," jelas Wakil Kepala Ekonom PNC Gus Faucher.
Seperti dilansir Senin (13/3/2017) jika benar terjadi, maka ini menjadi ketiga kalinya dalam satu dekade bahwa Bank Sentral AS menaikkan suku bunga. Para analis mengatakan, kemungkinan The Fed bakal mendongkrak suku bunga pada akhir pekan, ketika angka pertumbuhan tenaga kerja lebih baik pada bulan Februari.
Menurut Bureau of Labor Statistics, pengusaha AS telah menambahkan sekitar 235.000 pekerjaan baru, melebihi perkiraan ekonom. Sementara pada pekan lalu, Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengatakan, bank sentral bisa menaikkan suku bunga pada Maret ketika angka-angka data inflasi dan ketenagakerjaan memenuhi harapan.
Fed meningkatkan suku bunga dari posisi terendah sejak krisis keuangan, dengan berada pada kisaran 0,5% menjadi 0,75% di bulan Desember. Para pelaku pasar memprediksi kenaikan suku bunga berada di antara 98% hingga 100%, menurut data Bloomberg.
"Tingkat (probabilitas) ini tak terelakkan, karena pada dasarnya suku bunga harus naik minggu depan di tengah harapan tinggi pasar," jelas Direktur Riset City Index Kathleen Brooks.
Kepala Ekonom AS di Capital Economics Paul Ashworth mengatakan, jumlah tenaga kerja yang bertambah pada bulan Februari akan menghapus keraguan bahwa Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga pekan depan. "Pasar tenaga kerja seperti yang diinginkan Fed, bakal ada kesepakatan untuk tingkat kenaikan minggu depan," jelas Wakil Kepala Ekonom PNC Gus Faucher.
(akr)
Lihat Juga :